Kekuatan Tarik dan Modulus Elastisitas Bahan Komposit Berbasis Ampas Tebu dan Serbuk Kayu Sengon dengan Matriks Selulosa Bakteri
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Penelitian bahan komposit berbasis serat ampas tebu, serbuk kayu sengon,
dan selulosa bakteri telah banyak dilakukan karena menghasilkan bahan komposit
dengan karakteristik yang cukup baik. Salah satu penelitian yang pernah
dilakukan adalah analisis pengaruh fraksi massa serat dan konsentrasi alkali
terhadap kekuatan tarik bahan komposit (Abusiri, 2016). Bahan yang digunakan
berupa selulosa bakteri dengan penguat serat ampas tebu dimana penguat dan
matriks yang digunakan dibentuk lembaran dengan perlakuan alkalisasi sebesar
5% (w/v), 10% (w/v), dan 15% (w/v). Perbandingan fraksi massa serat yang
digunakan adalah 10%, 20%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada konsentrasi alkali 5% (w/v) dengan
fraksi massa serat 10% yaitu sebesar (72,64 ± 3,62) MPa, sedangkan nilai
kekuatan tarik terendah diperoleh pada variasi konsentrasi alkalisasi yang sama
namun dengan fraksi massa serat 30% yaitu sebesar (48,29 ± 2,22) MPa.
Penelitian lain yang menggunakan serat ampas tebu sebagai penguat bahan
komposit diantaranya yaitu penelitian studi pengaruh massa serat tehadap
kekuatan tarik dan besar energi impak dengan menggunakan variasi persentase
massa sebesar 0%, 2,5%, 5%, da 10% dengan menggunakan matriks
polipropilena. Nilai kekuatan mekanik tertinggi yaitu pada persentase massa 5%
dimana nilai kekuatan tarik sebesar 0,872 N/mm dan kekuatan impak sebesar
0,477 J/ mm (Farid, 2014). Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa selulosa
bakteri dan ampas tebu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan
pembuatan komposit.
Description
:: Finalisasi file repositori 28 September 2026_Kurnadi
