Karakteristik Kimia Dan Mikrobiologi Ledre Pisang Laweyan Solo selama penyimpanan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Ledre pisang merupakan pangan tradisional semi basah khas Kota Solo,
Jawa Tengah, yang dikenal dengan ledre pisang Laweyan Solo. Makanan tersebut
dibuat dengan bahan dasar beras ketan, kelapa muda parut, pasta pisang raja dan
garam. Ledre pisang Laweyan Solo yang memiliki umur simpan pendek yang
disebabkan oleh oksidasi minyak kelapa parut (ketengikan) dan kontaminasi
mikroba. Ketengikan dapat dicegah dengan membatasi kontak udara dengan
produk. Peningkatan umur simpan ledre pisang dapat dilakukan dengan perlakuan
pra proses pemanasan kelapa parut menggunakan metode blanching, oven dan
sangrai serta pengemasan. Perbedaan perlakuan pra proses kelapa parut
dimungkinkan dapat menghasilkan tingkat ketengikan yang berbeda. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui kadar air, asam lemak bebas dan total mikroba
ledre pisang laweyan Solo berdasarkan perbedaan perlakuan pra proses kelapa
parut dan jenis pengemas selama penyimpanan 72 jam pada suhu ruang
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
yang terdiri dari dua faktor yaitu metode pemanasan pra proses kelapa parut
(blanching, oven dan sangrai), dan jenis pengemas (PP Polypropylene), (PE
Polyethylene) serta tanpa pengemas. Sampel disimpan selama 72 jam, dan diuji
setiap 8 jam sekali, serta diulang 3 kali. Variabel pengamatan yang dilakukan
pada ledre pisang adalah total mikroba, asam lemak bebas dan kadar air. Data
hasil penelitian diolah menggunakan Ms. Excel dengan analisis sidik ragam pada
taraf uji 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi perlakuan awal pemanasan
kelapa parut berpengaruh signifikan (P> 0,05) terhadap kadar air, kadar asam
lemak bebas dan total mikroba ledre pisang selama penyimpanan.Kondisi terbaik
untuk perlakuan jenis pengemas yang tidak berpengaruh signifikan (P<0.05)
terhadap kadar air, kadar asam lemak bebas, dan total mikroba. Jenis pemanasan
terhadap kelapa parut yang menghasilkan daya simpan ledre pisang lebih lama terdapat pada perlakuan pra proses kelapa parut sangrai. Perlakuan ini memiliki
nilai slope yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai slope jenis pemanasan
kelapa parut blanching dan oven. Pengolahan makanan dengan pemanasan dapat
menginaktivasi enzim dan berbagai jenis mikroorganisme yang ada pada bahan
pangan. Kelapa parut yang menggunkan pemanasan sangrai memiliki kadar air
dan asam lemak bebas yang rendah sehingga menghambat pertumbuhan mikroba,
penurunan terjadi karena ketersediaan air yang akan digunakan untuk proses
metabolisme mikroba terbatas.
Description
:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi
