Konsentrasi Bunuh Minimal (KBM) Ekstrak Buah Okra Hijau (Abelmoschus esculentus) Terhadap Bakteri Streptococcus Mitis
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran GigiFakultas Kedokteran Gigi
Abstract
Karies merupakan kerusakan jaringan keras gigi akibat deposit asam yang
dihasilkan oleh metabolisme bakteri pada permukaan gigi. Bakteri dapat berinvasi
ke saluran akar dan menyebabkan inflamasi bahkan nekrosis. 53,3% bakteri yang
ditemukan pada saluran akar yang terinfeksi adalah bakteri Streptococcus mitis
(S.mitis). Keberadaan S.mitis pada saluran akar membahayakan karena dapat
menyebabkan infeksi endokarditis. Saluran akar yang terinfeksi dapat dilakukan
perawatan saluran akar (PSA). Salah satu tahapan penting dalam menentukan
keberhasilan PSA adalah sterilisasi yang dicapai dengan melakukan irigasi pada
saat preparasi saluran akar. Natrium hipoklorit (NaOCl) 2,5% dan
Ethylendiamintetraacetic acid (EDTA) 17% merupakan bahan yang sering
digunakan sebagai bahan irigasi saluran akar. NaOCl memiliki sifat antibakteri
kuat, tetapi dapat menimbulkan iritasi apabila berpenetrasi ke jaringan periapikal.
EDTA sering digunakan untuk melengkapi penggunaan NaOCl, namun memiliki
sifat antibakteri yang rendah. Berdasarkan kekurangan tersebut perlu adanya
alternatif bahan irigasi yang bersifat alami seperti ekstrak buah okra hijau (EBOH).
Buah okra hijau diketahui memiliki senyawa yang bersifat antibakteri. Sifat
antibakteri dapat dibagi menjadi bakteriostatik (menghambat) dan bakterisidal
(membunuh). Sifat bakterisidal dari agen antibakteri dapat diketahui dengan uji
konsentrasi bunuh minimal (KBM). Daya antibakteri EBOH terhadap S.mitis
terdapat pada konsentrasi 6,25%, sehingga KBM EBOH terhadap S.mitis
kemungkinan terdapat pada konsentrasi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui KBM EBOH terhadap bakteri S.mitis.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris secara in vitro dengan
rancangan penelitian post-test only control group design. Kelompok penelitian
berjumlah enam yang terdiri dari EBOH konsentrasi 6,25% (K1), 12,5% (K2), 25%
(K3), NaOCl 2,5% (K1+), EDTA 17% (K2+), dan akuades (K-). Uji KBM
dilakukan menggunakan metode dilusi padat dengan cara mengambil 0,1 ml kultur
bakteri dari tabung reaksi dan diusapkan pada media Mueller Hinton Agar (MHA)
secara spread plate. Cawan Petri diinkubasi selama 24 jam kemudian diamati
pertumbuhan koloninya untuk menentukan KBM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan koloni S.mitis
pada EBOH konsentrasi 6,25%, 12,5%, dan 25% sebanyak 36, 12, dan 0 koloni.
Kontrol positif yaitu NaOCl 2,5% dan EDTA 17% tidak terdapat pertumbuhan
koloni, sebaliknya kontrol negatif menunjukkan pertumbuhan koloni sebanyak 159
koloni. EBOH konsentrasi 25% ditetapkan sebagai KBM karena pertumbuhan
koloninya <0,1% dari original inoculum. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik non parametrik
Kruskal-wallis dan uji Mann-whitney. Hasil uji terdapat perbedaan bermakna antar
semua kelompok kecuali pada kelompok K3 dengan K1+, K3 dengan K2+, dan
K1+ dengan K2+. Kesimpulan pada penelitian ini adalah nilai KBM EBOH
terhadap bakteri S.mitis tidak terdapat pada konsentrasi 12,5% melainkan pada
konsentrasi 25% dan kemampuan bunuh EBOH konsentrasi 25% setara dengan
NaOCl 2,5% dan EDTA 17%.
Description
Reupload Repositori File 04 Februari 2026_Kholif Basri
