Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Nutrisi Hidroponik
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Teknologi hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan
tanah sebagai medianya, dengan penambahan larutan nutrisi untuk
pertumbuhannya (Samsu, 1990). Pemberian nutrisi hidroponik disesuaikan
dengan kebutuhan tanaman, sehingga berbeda-beda pada jenis tanaman tertentu.
Pemberian pupuk yang terlambat menyebabkan pertumbuhan umbi bawang merah
tidak optimal. Perlu ketepatan waktu dalam aplikasi pupuk karena dapat
mempengaruhi pembentukan umbi (Sumiati dan Gunawan, 2006). Konsentrasi
dan frekuensi pemberian nutrisi hidroponik yang kurang tepat menyebabkan
pertumbuhan dan hasil tanaman tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan kombinasi konsentrasi dan frekuensi pemberian nutrisi hidroponik
yang tepat pada budidaya bawang merah dengan sistem hidroponik substrat.
Sumarni et al., (2011) menyatakan bahwa pada bawang merah varietas Kuning
Tablet dengan konsentrasi EC 2 mS/cm pada awal pertumbuhan dan 3 mS/cm
atau 1500 ppm yang diberikan pada 31 HST hingga panen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan antara konsentrasi dan frekuensi
pemberian nutrisi hidroponik memberikan pengaruh nyata pada parameter tinggi
tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, berat kering umbi dan
rendemen umbi. Terdapat Interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pemberian
nutrisi hidroponik dengan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan hasil bawang
merah pada variabel pengamatan jumlah daun dan berat kering umbi, dengan
konsentrasi nutrisi konsentrasi 1500 ppm dan Frekuensi penyiraman 1 kali sehari,
sesuai dengan penelitian Affandi, (1995) budidaya hidroponik substrat cabai
keriting perlakuan pemberian larutan nutrisi dengan frekuensi 1 hari sekali
menghasilkan jumlah buah dan berat buah cabai kriting terbaik.
Description
:: Finalisasi file repositori 24 September 2026_Kurnadi
