Preferensi Risiko dan Analisis Willingness to Pay Petani Terhadap Asuransi Usaha Tani Padi (Autp) di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan ekonomi yang dihadapkan pada ketidakpastian tinggi akibat risiko alam, seperti anomali iklim, kekeringan, banjir, dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Sebagai langkah mitigasi, pemerintah mengimplementasikan program Asuransi Usahatani Padi (AUTP). Di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kapas yang merupakan salah satu sentra produksi padi, partisipasi petani terhadap AUTP tercatat sangat tinggi. Namun, tingginya partisipasi ini sangat bergantung pada program subsidi premi 100% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang kuotanya terbatas dan tidak mencakup seluruh musim tanam. Kondisi tersebut memicu perlunya evaluasi mengenai kesiapan dan kesediaan membayar (Willingness to Pay) petani secara mandiri saat skema subsidi penuh tidak berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi risiko petani, mengestimasi nilai Willingness to Pay (WTP) terhadap premi mandiri AUTP, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi besaran WTP tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik two-stage sampling yang menggabungkan purposive sampling dan proportional stratified random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 44 petani padi. Analisis preferensi risiko dilakukan melalui eksperimen lapangan menggunakan metode Multiple Price List (MPL) dan pendekatan Constant Relative Risk Aversion (CRRA). Estimasi nilai WTP diukur menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) dengan teknik bidding game. Selanjutnya, faktor-faktor yang memengaruhi nilai WTP dianalisis menggunakan metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi risiko petani padi di Kecamatan Kapas secara agregat berada pada kategori enggan mengambil risiko (Risk Averse) dengan rata-rata koefisien CRRA sebesar r = 0,32. Proporsi terbesar petani bersikap risk averse dan very risk averse dengan akumulasi mencapai 45,46%. Berdasarkan analisis CVM, rata-rata nilai WTP petani untuk membayar premi AUTP secara swadaya adalah Rp61.772,73/ha/MT. Nilai tersebut lebih tinggi dari standar premi mandiri yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp36.000,00/ha/MT, sehingga menghasilkan surplus konsumen sebesar Rp25.772,73/ha/MT. Hasil regresi linier berganda mengindikasikan bahwa variabel lama pendidikan, koefisien preferensi risiko, dan akses kredit berpengaruh secara signifikan terhadap nilai WTP petani. Sementara itu, variabel usia, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, luas lahan, produksi padi, pendapatan usahatani, pendapatan sampingan, dan status lahan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kesediaan membayar premi AUTP. Tingginya valuasi WTP ini membuktikan bahwa program AUTP memiliki potensi keberlanjutan yang kuat untuk diimplementasikan melalui skema partisipatif mandiri.

Description

Finalisasi oleh agus/September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By