Analisis Spasial Lahan Sawah Padi Terhadap Indeks Kekeringan Menggunakaan Metode Temperature Vegetation Dryness Index dan Landsat 9 OLI/TIRS di Desa Antirogo Jember

Abstract

Lahan sawah padi merupakan ekosistem pertanian yang rentan terhadap ancaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial tingkat kekeringan lahan sawah padi di Kelurahan Antirogo menggunakan metode TVDI berbasis Citra Landsat 9 OLI/TIRS, serta menguji keandalannya dengan data lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis spasial. Pengambilan sampel lapangan menggunakan teknik purposive random sampling pada 35 titik untuk mengukur kelembaban tanah. Hasil ekstraksi ruang fitur segitiga NDVI-LST menghasilkan persamaan bahwa semakin tinggi NDVI maka LST semakin menurun. Berdasarkan indeks TVDI, tingkat kekeringan lahan sawah didominasi kelas Basah dengan luas 229 ha dan kelas Lembab dengan luas 125 ha yang terkonsentrasi di wilayah tengah, timur, dan selatan akibat kelimpahan irigasi teknis dan pengaruh Sungai Bedadung. Sebaliknya, kelas Kering dengan luas 16 ha hanya membentuk klaster kecil di marginal barat akibat fase bera pasca-panen dan efek mixed pixel pemukiman. Uji matriks kontingensi menunjukkan tingkat keselarasan yang tinggi dengan Overall Accuracy mencapai 91,43% dan akurasi tutupan lahan sebesar 94,28%. Penelitian menyimpulkan bahwa metode TVDI sangat valid dan andal untuk pemantauan kekeringan pertanian secara makro.

Description

Finalisasi September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By