Analisis Sensitivitas Parameter Model Air Tanah Steady State Berbasis Finite Difference Daerah Kutai Barat dan Sekitarnya

Abstract

Kegiatan pertambangan batu bara berpotensi mengubah sistem hidrogeologi melalui perubahan kondisi akuifer, muka air tanah, dan pola aliran air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model air tanah konseptual dan numerik dalam kondisi steady-state, mengevaluasi hasil simulasi awal, melakukan kalibrasi model, serta menganalisis sensitivitas parameter konduktivitas hidrolik dan imbuhan (recharge) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pemodelan air tanah dilakukan menggunakan MODFLOW yang berbasis metode beda hingga (finite difference method). Data masukan mencakup data sumur pantau, parameter hidrogeologi, data sungai, saluran drainase, imbuhan, dan informasi geologi. Simulasi awal menghasilkan sebaran tinggi tekan hidrolik (hydraulic head) berkisar antara 63,4 m hingga 150,2 m dengan nilai Normalized Root Mean Square (NRMS) sebesar 25,3%, yang menunjukkan bahwa model belum memenuhi kriteria kalibrasi. Kalibrasi model dilakukan dengan menyesuaikan nilai konduktivitas hidrolik dan imbuhan, sehingga diperoleh parameter terbaik yaitu 6,00 × 10⁻⁵ m/s untuk konduktivitas hidrolik, 935,27 mm/tahun untuk imbuhan pada area bervegetasi, dan 526,83 mm/tahun untuk imbuhan pada lahan terganggu. Model yang telah dikalibrasi mencapai nilai NRMS sebesar 8,76% dan menghasilkan sebaran tinggi tekan hidrolik berkisar antara 63,4 m hingga 153 m. Pola aliran air tanah umumnya mengarah menuju void tambang, yang berperan sebagai area pelepasan (discharge) utama. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa imbuhan merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap kinerja model dibandingkan dengan konduktivitas hidrolik.

Description

Finalisasi September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By