Tugas Ranger Trainee Dalam Mendukung Kelancaran Operasional Departemen Experiential (Land Activities) di Treasure Bay Bintan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Abstract
Treasure Bay Bintan merupakan salah satu kawasan destinasi wisata terpadu
yang berlokasi di wilayah Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Treasure Bay
Bintan memiliki konsep rekreasi modern berbasis pengalaman wisatawan dengan
adanya penawaran berbagai aktivitas mulai dari aktivitas air, maupun aktivitas darat
(Land Activities). Dalam pelaksanaan aktivitas-aktivitas tersebut diperlukan sumber
daya manusia yang memiliki kompetensi pelayanan, kemampuan teknis lapangan,
serta pemahaman terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan standar
keselamatan agar aktivitas wisata dapat berjalan secara aman, nyaman, dan
memberikan pengalaman yang berkualitas bagi wisatawan.
Laporan Tugas Akhir ini disusun oleh penulis berdasarkan pelaksanaan Praktik
Kerja Nyata (PKN) selama 6 bulan pada Departemen Experiential-Land Activities
tepatnya sebagai Ranger Trainee di Treasure Bay Bintan, terhitung mulai dari 05
Januari 2026 s.d 04 Juli 2026. Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk
menggambarkan bagaimana tugas Ranger Trainee dalam mendukung kelancaran
operasional Departemen Experiential-Land Activities, mengindentifikasi kendala yang
dialami penulis selama pelaksanaan tugas, serta menjelaskan upaya apa yang dilakukan
oleh penulis dalam mengatasi kendala tersebut. Penyusunan laporan ini menggunakan
metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi
lapangan, pertisipasi langsung dalam operasional, wawancara dengan pembimbing
lapangan, serta dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Kerja Nyata berlangsung.
Hasil dari pelaksanaan Praktik Kerja Nyata ini menunjukkan bahwasannya
Ranger Trainee memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung operasional
Departemen Experiential-Land Activities. Dalam pelaksanaannya, tugas Ranger
Trainee mencakup tahap persiapan operasional, pemeriksaan peralatan sebelum
aktivitas berlangsung, pengoperasian berbagai unit aktivitas sesuai SOP
pendampingan dan pelayanan wisatawan, penyampaian informasi mengenai aktivitas
wisata, pengawasan terhadap aspek keselamatan wisatawan, serta menjaga kebersihan
dan kerapian area Activity Centre. Selain membantu dalam teknis operasional di
lapangan, Ranger Trainee juga turut terlibat dalam beberapa tugas administrasi, seperti
penyusunan Order Request Form (ORF), Stock Request (SR), serta perencanaan Daily
Schedule untuk para Adventure Ranger.
Selama pelaksanaan tugas sebagai Ranger Trainee, penulis mendapati
beberapa kendala yakni adanya perbedaan karakteristik wisatawan, keterbatasan
jumlah sumber daya manusia pada situasi tertentu, serta perlunya penyesuaian penulis
terhadap ritme kerja yang dinamis. Namun, kendala tersebut dapat diatasi penulis
melalui menjaga koordinasi yang baik dengan para Land & Mangrove Activities Crew,
belajar bagaimana komunikasi yang efektif dengan wisatawan yang memiliki
perbedaan latar belakang, penerapan SOP secara konsisten, serta bimbingan dari
Supervisor dan Senior Ranger Executive
Description
Finalisasi Repository Hasyim September 2026
