Upaya Mahasiswa Papua Universitas Jember Pengrajin Noken dalam Melestarikan Kearifan Lokal di Daerah Perantauan

Abstract

Noken merupakan warisan budaya masyarakat Papua yang memiliki filosofi, sosial, dan simbolik, serta telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO sejak tahun 2012. Namun, dalam konteks perantauan, noken sering dipersepsikan hanya sebagai kerajinan tangan, sehingga nilai budaya dan maknanya tidak dipahami secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya mahasiswa Papua Universitas Jember pengrajin noken dalam melestarikan kearifan lokal ketika berada di daerah perantauan, khususnya di Kabupaten Jember Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari mahasiswa Papua pengrajin noken, mahasiswa Papua lain yang terlibat dalam kegiatan budaya, serta aktivis budaya sebagai penunjang pemahaman konteks tradisional. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Papua melakukan berbagai strategi pelestarian budaya, seperti pembuatan noken secara homemade, inovasi desain, promosi melalui media sosial, penggunaan noken dalam aktivitas sehari-hari, edukasi publik, serta partisipasi dalam festival dan bazar budaya. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan bahan baku, minimnya waktu, kurangnya dukungan lembaga, serta rendahnya pemahaman masyarakat non Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Papua berperan sebagai agen diaspora budaya yang mampu menjaga dan mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks kehdupan modern di perantauan.

Description

Finalisasi Maya_20 September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By