Pengaruh Konsentrasi Kitosan dalam Enkapsulasi Alginat Terhadap Viabilitas Bacillus Subtilis JB12 dan Daya Hambatnya Terhadap Colletotrichum SP. Secara in Vitro

Abstract

Cabai rawit (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas sayuran hortikultura yang termasuk dalam program swasembada Kementerian Pertanian dan memiliki nilai ekonomi penting (Intarti et al., 2020). Tanaman cabai rawit dimanfaatkan sebagai bahan industri dan obat tradisional (Gulo & Harefa, 2023). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2022), produksi cabai rawit di Indonesia mencapai 1.544.441 ton, namun pada tahun 2023 produksi mengalami penurunan menjadi 1.506.762 ton. Kegiatan budidaya cabai tidak terlepas dari berbagai kendala agronomis biotik, salah satunya adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Penyakit antraknosa menjadi salah satu patogen utama dalam budidaya cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penyakit ini banyak ditemui di daerah tropis dan subtropis yang dapat menyebabkan kerugian hingga 60% pada kondisi lingkungan yang mendukung (Sektiono et al., 2016). Gejala ditandai dengan adanya bintik-bintik hitam kecil pada buah saat awal serangan dan selanjutnya akan menyebabkan buah mengkerut, keriput dan jatuh ke tanah (Efri, 2010). Patogen Colletotrichum sp. dapat menginfeksi tanaman sejak fase vegetatif hingga menjelang panen dan menyebar cepat melalui spora yang terbawa angin. Kondisi tersebut mendorong petani menggunakan fungisida sintetik secara intensif, meskipun penggunaannya dapat menimbulkan dampak negatif berupa kematian mikroorganisme non-target dan residu berbahaya bagi manusia serta lingkungan (Imansyah et al., 2013; Elvina et al., 2015). Perlu adanya alternatif pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan agen pengendali hayati. Agen pengendali hayati dapat digunakan untuk menekan berbagai penyakit tanpa merusak lingkungan (Asril et al., 2023). Agens pengendalian hayati penyakit tanaman melibatkan penggunaan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Berdasarkan penelitian Supriadi (2006) menyatakan bahwa Bacillus sp. merupakan salah satu organisme yang memiliki potensi sebagai agen hayati.

Description

Finalisasi September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By