Keamanan Manusia Versus Kepentingan Ekonomi: Analisis Komitmen Belt and Road Initiative Green Development Coalition pada Proyek di Pakistan, Kenya, dan Indonesia

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana BRIGC dapat menyeimbangkan kepentingan ekonomi Tiongkok dengan keamanan lingkungan pada proyek di Pakistan, Kenya, dan Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dan studi kasus, penelitian ini didasarkan pada teori perluasan keamanan Barry Buzan, konsep keamanan manusia, dan konsep Antroposentrisme. Analisis menunjukkan bahwa meskipun BRIGC mempromosikan pengembangan hijau, namun kelemahan dalam penegakan kebijakan, wewenang yang terbatas, dan ketidakmampuan untuk mengikat negara-negara mitra menyebabkan proyek- proyek BRI terus menimbulkan kerusakan lingkungan, beban hutang, hingga ancaman terhadap keamanan manusia. Pada ketiga negara tersebut, proyek-proyek BRI mencerminkan model pembangunan antroposentris karena kepentingan ekonomi negara diutamakan daripada perlindungan lingkungan. Studi ini menyimpulkan bahwa BRIGC belum mampu memenuhi komitmennya sebagai koalisi hijau yang efektif dalam menciptakan pembangunan hijau pada proyek di ketiga negara mitra.

Description

Validasi file repositori 16 September 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By