Korelasi Antara Metode Blended Learning dengan Hasil Belajar Peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di UPT Balai Diklat KKB Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Balai Diklat KKB Jember merupakan Unit Pelaksana Teknik (UPT) yang berada di bawah Pusat Pendidikan dan Pelatihan KB atau sekarang dikenal dengan pusat pengembangan SDM, Kependudukan dan KB, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Fenomena yang terjadi pada UPT Balai Diklat KKB Jember di program Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Tahun 2025 yaitu ditemukan belum banyak kajian berbasis kuantitatif yang mengkaji tentang korelasi antara metode blended learning dengan hasil belajar dalam pendidikan non-formal, khususnya para peserta CPNS yang ingin menjadi ASN. Hal ini penting mengingat perbedaan kebutuhan pembelajaran, efektivitas pelatihan, fleksibilitas dan aksesibilitas antara peserta pelatihan CPNS yang memerlukan penyesuaian profesionalisme serta integritas melalui pelatihan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah “Apakah terdapat korelasi antara metode blended learning dengan hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS di UPT Balai Diklat KKB Jember?”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi blended learning sebagai metode pelatihan terhadap hasil belajar peserta pelatihan di UPT Balai Diklat KKB Jember. Manfaat penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat menambah wawasan dan referensi bagi akademisi serta praktisi pendidikan. Secara praktis, penelitian ini dapat menjadi masukan bagi peneliti, institut pendidikan, dan UPT Balai Diklat KKB Jember dalam mengoptimalkan pelatihan berbasis blended learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian berada di UPT Balai Diklat KKB Jember, yang dipilih menggunakan teknik purposive area dengan mempertimbangkan beberapa alasan tertentu. Teknik total sampling digunakan untuk pengambilan sampel, dengan populasi berjumlah 38 peserta Latsar. Salah satu alasan responden tersebut terpilih karena sesuai dengan spesifikasi tujuan penelitian, yakni peserta pelatihan dasar CPNS Golongan III angkatan 16 tercatat pada 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui skala likert. Dalam penelitian ini, product moment digunakan sebagai alat untuk menguji validitas dan untuk uji reliabilitas menggunakan cronbach’s alpha. Uji validitas item pernyataan pada metode blended learning dan hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS dengan total 35 pernyataan yang dinyatakan valid. Dari 35 pernyataan dinyatakan reliabel dibuktikan dengan nilai cronbach’s alpha menggunakan korelasi rank spearman SPSS versi 25. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan korelasi rank spearman, penentuan nilai r-tabel dilakukan dengan menghitung derajat kebebasan (df) menggunakan rumus df = n -2, dengan responden sebanyak 38, sehingga diperoleh df = 38 – 2 = 36. Pada taraf signifikansi 5% (0,05), nilai r-tabel yang digunakan adalah 0,320. Hasil perhitungan antara metode blended learning (X) dengan hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS (Y) menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,423 (interpretasi nilai korelasi sedang) dalam hal tersebut hipotesis pada penelitian ini H0 ditolak dan H1 diterima. Selanjutnya, hasil analisis pada indikator metode blended learning menunjukkan bahwa pembelajaran mandiri memiliki koefisien korelasi sebesar 0,363 (interpretasi nilai korelasi rendah), sedangkan distance learning dan pembelajaran klasikal masing-masing memiliki koefisien korelasi sebesar 0,448 dan 0,535 (interpretasi nilai korelasi sedang). Kesimpulan penelitian ini yaitu secara umum terdapat korelasi positif dan signifikan antara metode blended learning dengan hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS dengan tingkat korelasi sedang, sehingga H0 ditolah dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa metode blended learning memiliki peran dalam memaksimalkan hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS, meskipun bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Hasil analisis lanjutan menunjukkan bahwa setiap indikator metode blended learning memberikan kontribusi yang berbeda terhadap indikator hasil belajar peserta pelatihan dasar (Latsar) CPNS.
Description
Finalisasi 16 September 2026_Yudi
