Pengelolaan DAS Berkelanjutan Berdasarkan Kondisi Hidrologi Risiko Banjir Menggunakan Analisis Model SWAT: Studi Kasus Sub DAS Bajing, Jember

Abstract

Sub DAS Bajing di Kabupaten Jember memiliki karakteristik biofisik dan meteorologis yang beragam yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi dan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrologi dan risiko banjir, mengidentifikasi arahan pengelolaan DAS dalam mendukung pengelolaan DAS berkelanjutan, serta merumuskan strategi prioritas pengelolaan DAS berkelanjutan. Kondisi hidrologi dianalisis menggunakan Soil and Water Assessment Tool (SWAT), sedangkan arahan pengelolaan DAS diidentifikasi melalui telaah terhadap dokumen perencanaan dan pengelolaan yang relevan. Selanjutnya, strategi pengelolaan dirumuskan menggunakan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan lahan berupa hutan mendominasi wilayah penelitian dengan luas sebesar 67,90%, sedangkan kelas kemiringan lereng curam hingga sangat curam mencakup 31,01% wilayah. Hasil simulasi SWAT periode 2016–2025 menunjukkan debit maksimum sebesar 430 m³/s, debit minimum sebesar 2,24 m³/s, dan debit rata-rata sebesar 132,93 m³/s, dengan koefisien korelasi antara debit aliran dan hasil sedimen sebesar 0,90. Arahan pengelolaan DAS yang teridentifikasi meliputi konservasi wilayah hulu, pengendalian penggunaan lahan, konservasi sumber daya air, rehabilitasi lahan, dan pengurangan risiko banjir. Strategi prioritas dengan bobot kumulatif sebesar 62,74% berfokus pada perlindungan wilayah hulu, pengendalian penggunaan lahan, konservasi tanah dan air, serta penerapan arahan pengelolaan DAS dalam mendukung pengelolaan DAS yang berkelanjutan.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 September 15

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By