Implementasi Terapi Relaksasi Autogenik untuk Menurunkan Nyeri Akut pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kunir

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung. Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh pasien hipertensi diantaranya adalah nyeri kepala yang dirasakan terutama di area kepala bagian belakang, yang dapat menimbulkan masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi keperawatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri akut antara lain dengan relaksasi, salah satunya adalah relaksasi autogenik. Penelitian ini dilakukan untuk ;mengetahui efektivitas dari pemberian terapi relaksasi autogenik dalam menurunkan nyeri akut pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus terhadap satu pasien hipertensi yang dirawat inap di Puskesmas Kunir, Kabupaten Lumajang tanggal 10 sampai 12 Maret 2025, Partisipan mengalami 80% tanda gejala mayor nyeri akut yaitu Keluhan nyeri menurun, Meringis menurun, Kesulitan tidur menurun, Frekuensi nadi membaik (60-80x/menit), Pola tidur membaik, mengalami nyeri skala sedang (5), kesadaran composmentis.inetervensi yang dilakukan adalah terapi relaksasi autogenik yang dilakukan sebanyak 2x sehari (pagi dan sore hari), selama 15-20 menit setiap pelaksanaan , dilakukan selama 3 hari. Hasil penilitian menunjukkan bahwa setelah implementasi skala nyeri partisipan menurun dari 5 menjadi 0 dan tekanan darah 150/90 mmHg. dengan kriteria keluhan nyeri menurun, meringis menurun, kesulitan tidur menurun, frekuensi nadi meningkat (98x/menit). Masalah keperawatan nyeri akut juga teratasi sebagian. Terapi relaksasi autogenik dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, dua kali sehari, dengan pendekatan edukatif dan terapeutik yang melibatkan partisipasi aktif pasien. Terapi dilakukan sesuai prosedur dan diterima dengan baik oleh pasien tanpa hambatan. Perubahan Nyeri Akut Setelah Diberikan Terapi Relaksasi Autogenik Setelah implementasi terapi, skala nyeri menurun dari skala 5 menjadi 0, dan pasien tidak lagi mengalami gangguan tidur atau gelisah. Terapi ini terbukti efektif dalam menurunkan nyeri akut pada pasien hipertensi dan mendukung pencapaian tujuan keperawatan.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 September 15

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By