Strategi Pendanaan Lembaga Pelayanan Sosial Bagi Korban Kekerasan Seksual Berbasis Gender (Studi Kasus pada Lembaga Savy Amira Surabaya)

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender (KBG) di Indonesia terus meningkat setiap tahun, sehingga menuntut peran aktif lembaga pelayanan sosial dalam memberikan pendampingan bagi korban. Savy Amira Women Crisis Centre sebagai lembaga pelayanan sosial yang memberikan pendampingan bagi korban KBG dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, memberikan layanan secara gratis sehingga jumlah kasus yang ditangani terus bertambah setiap tahunnya. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan pendanaan lembaga, terutama akibat keengganan sebagian donor mendanai isu gender, penurunan dana bantuan luar negeri, serta kebijakan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis strategi pendanaan yang diterapkan oleh Lembaga Savy Amira sebagai HSO dalam mempertahankan keberlanjutan layanan bagi korban KBG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan informan dilakukan secara purposive serta pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendanaan Savy Amira merupakan perpaduan dari lima strategi yang saling melengkapi, yaitu pendanaan berbasis donor, strategi pendanaan internal, penguatan kapasitas lembaga, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan pendanaan, dan pengembangan inovasi pendanaan.

Description

Finalisasi Rudy k

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By