Hubungan Status Fatherless Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Gugus 03 Kecamatan Patrang Jember.
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Perkembangan sosial emosional adalah satu aspek yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Kemampuan ini membantu anak dalam berinteraksi, berinteraksi dengan masyarakat, mengendalikan diri ketika emosi, dan cara anak untuk menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya. Perkembangan sosial emosional ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama faktor dari lingkungan keluarga kecil, yang dimana orang tua membimbing langsung kepada anak saat diperlukan terutama pada peran seorang ayah. Ayah mempunyai peran yang penting dalam kehidupan anak guna membangun rasa kepercayaan diri anak, pemberian dukungan emosional anak, serta pengasuhan. Namun, saat ini fenomena terjadinya fatherless yang ada di lingkungan keluarga anak justru membuat seorang anak merasakan kurangnya sosok peran ayah di kehidupan mereka, baik secara psikis maupun fisik. Akan tetapi tidak semua rendahnya perkembangan sosial emosional disebabkan oleh adanya fenomena fatherless ini, namun dapat juga dikarenakan oleh faktor lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kondisi tidak memiliki ayah dengan perkembangan sosial emosional anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan memiliki desain korelasional. Populasi yang di dalam penelitian ini adalah wali murid yang bergabung dalam Gugus 03 Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember. Sampel yang terdiri dari 81 responden ini didapat dengan menggunakan teknik pengambilan data secara kebetulan. Data ini diperoleh melauli kuesioner yang digunakan untuk melihat kondisi tidak memiliki ayah selaku variabel X dan perkembangan sosialemosional sebagai variabel Y. Sebelum mengirimkan instrumen penelitian, peneliti sudah melaksanakan uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil nilai dari uji validitas ini membuktikan bahwa semua item pertanyaan dianggap valid atau layak, karena memiliki nilai r hitung yang didapat lebih besar dari r tabel (0,218). Hasil uji reliabilitas ini mebuktikan bahwa nilai Croanbach’s Alpha untuk variabel X sebesar 0,903 dan untuk variabel Y adalah 0,936 dan instrumen dinyatakan reliabel. Hasil analisis dari penelitian ini dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan didapat nilai koefisien korelasi sebesar -0120 dengan nilai signifikan sebesar 0,285 (p > 0,05). Dari temuan tersebut menunjukkan bahwa 𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara status fatherless dengan perkembangan sosial emosional anak yang rendah. Tidak semua kasus fatherless menyebabkan perkembangan sosial emosi anak menjadi rendah, namun perkembangan sosial emosional juga dapat dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti dukungan dari ibu, kakek dan nenek, stimulasi dan pembiasaan oleh guru, serta teman sebaya yang ada di lingkungan anak. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu saat proses melakukan pengumpulan data peneliti tidak bisa melihat secara langsung atau mengontrol kondisi responden ketika mengisi kuesioner.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 10 September 2026_Kholif Basri
