Faktor Child Penalty terhadap Partisipasi Kerja Perempuan di Provinsi Jawa Timur

Abstract

Partisipasi kerja perempuan merupakan indikator penting dalam menggambarkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi. Namun, perempuan yang telah menikah dan memiliki anak usia dini sering menghadapi kendala dalam mempertahankan partisipasi kerja akibat tanggung jawab domestik dan pengasuhan anak, yang dikenal sebagai fenomena child penalty. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah anak usia 0–4 tahun, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, dan pendapatan rumah tangga terhadap partisipasi kerja perempuan di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data cross-section yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2024. Sampel penelitian terdiri atas 398 perempuan menikah yang memiliki anak usia 0–4 tahun di Provinsi Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dan tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan. Status perkawinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan. Sementara itu, jumlah anak usia 0–4 tahun dan pendapatan rumah tangga tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan, meskipun masing-masing menunjukkan arah hubungan negatif dan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa fenomena child penalty di Provinsi Jawa Timur belum terbukti signifikan secara statistik, meskipun keberadaan anak usia dini cenderung menurunkan peluang perempuan untuk bekerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung perempuan dalam menyeimbangkan peran domestik dan ekonomi, seperti penyediaan layanan pengasuhan anak dan kebijakan kerja yang lebih fleksibel.

Description

Validasi file repositori 8 September 2026_Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By