Evaluasi Interaksi Obat Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi masalah kesehatan global dengan angka kematian tinggi, menyerang baik dewasa maupun anak-anak. Di Indonesia, prevalensi pneumonia cukup signifikan, termasuk di Jawa Timur dan Kabupaten Jember. Pengobatan pneumonia bakteri umumnya menggunakan antibiotik, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik, sebuah masalah serius yang menghambat efektivitas terapi. Selain antibiotik, terapi suportif juga berperan penting dalam menjaga stabilitas fungsi vital pasien. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan obat (EPO) penting untuk memastikan pengobatan yang tepat, aman, dan efektif, serta mengidentifikasi masalah terkait obat (DRP) yang dapat menghambat pencapaian hasil terapi yang diinginkan. Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai DRP pada pasien pneumonia, namun evaluasi interaksi obat pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember belum terdapat penelitian terbaru, padahal pneumonia termasuk dalam 10 besar penyakit tertinggi di rumah sakit tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasien pneumonia dewasa yang dirawat inap di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi Jember, mengevaluasi profil penggunaan antibiotik pada pasien tersebut, dan mengidentifikasi hasil evaluasi penggunaan obat, khususnya terkait interaksi obat, pada pasien pneumonia rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis elektronik pasien pneumonia dewasa (usia ≥18 tahun) dengan diagnosis ICD J18.9 yang menerima antibiotik di RSD dr. Soebandi Jember selama periode Januari-Desember 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 143 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, usia, status pembiayaan, penyakit penyerta), profil penggunaan obat (jenis, golongan, rute, durasi), dan interaksi obat yang diidentifikasi menggunakan referensi Drugs.com. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien pneumonia dewasa yang dirawat inap di RSD dr. Soebandi Jember didominasi oleh laki-laki (53,85%) dan kelompok usia di atas 65 tahun (37,06%). Status pembiayaan terbanyak adalah Program J-Pasti Kueren (32,87%), dan penyakit penyerta yang paling umum adalah penyakit kardiovaskular (53,15%). Profil penggunaan antibiotik didominasi oleh golongan sefalosporin, dengan sefoperazon (27,27%) dan seftriakson (19,58%) sebagai antibiotik yang paling sering digunakan, umumnya diberikan secara parenteral. Durasi penggunaan antibiotik paling banyak adalah 4-5 hari. Terapi
Description
Reupload file repository 7 September 2026_Ratna
Validasi dan Finalisasi Ratna 7 September 2026
