“Pengaruh konsentrasi Dan frekuensi Aplikasi Formula Pacar Cina, Mimba, Babandotan Plus Kunyit Untuk Mengendalikan Kumbang Perusak Daun (Phyllotreta vittata F.) Tanaman Sawi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Pertanian

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang banyak diminati oleh konsumen serta mempunyai nilai gizi yang tinggi. Salah satu kendala dalam proses budidaya tanaman sawi yaitu serangan hama Kumbang Perusak Daun (P. vittata. F). Gangguan akan hama ini dapat menurunkan kualitas dan kuantitas dari tanaman sawi. Umumnya petani dalam mengendalikan serangan hama pada tanaman sawi yaitu menggunakan insektisida kimia. Akan tetapi efek dari penggunaan insektisida kimia secara berlebihan akan berdampak pada terganggunya ekosistem lingkungan. Maka dari itu, diperlukannya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan salah satunya yaitu dengan menggunakan insektisida nabati berbahan dasar Pacar cina, Mimba, Babandotan Plus Kunyit (PMB Plus). Disamping itu juga dalam mengetahui keeftivitasan penggunaan insektida nabati maka diperlukannya konsetrasi dan frekuensi aplikasi yang tepat untuk mengendalikan Hama Kumbang Perusak Daun (P. vittata. F). Tujuan dari penelitian ini untuk untuk menentukan konsentrasi dan frekuensi penyemprotan PMB plus yang efektif untuk mengendalikan hama kumbang perusak daun (P. vittata. F) pada tanaman sawi. Penelitian dilakukan di lahan tanaman sawi di desa Sukorambi , Kabupaten Jember selama 3 bulan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan untuk pada konsentrasi dan frekuensi penyemprotan PMB plus yang efektif terhadap intensitas serangan dan jumlah populasi kumbang perusak daun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan menggunakan 7 perlakuan 4 ulangan dengan konsentrasi ( 5% dan 10%) dengan frekuensi aplikasi (tiap 3 dan 6 hari sekali) pada tanam sawi dengan lebar plot 1 x 2 m berisi 24 tanaman sawi, kemudian dipilih 9 tanaman sampel secara zig- zag pada tiap plotnya. Aplikasi dilakukan sebanyak 5 kali. Pengamatan intensitas serangan dilakukan setiap minggu sedangkan untuk jumlah populasi dilakukan sebelum dan setelah aplikasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam ANOVA (Analysis of Variance) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang telah diujikan. Apabila terdapat pengaruh pada perlakuan, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui perbedaan di setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi insektisida nabati berbahan dasar Pacar Cina, Mimba, Babandotan, dan Kunyit (PMB Plus) memberikan pengaruh nyata terhadap penurunan populasi dan intensitas serangan hama Kumbang Perusak Daun (Phyllotreta vittata F.) pada tanaman sawi terutama pada konsentrasi 10% dan frekuensi aplikasi setiap 3 hari sekali. Selain itu, penggunaan PMB Plus tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman seperti tinggi, lebar daun, dan berat basah, serta tidak mempengaruhi serangga non-target secara nyata

Description

Reupload file repositori 4 februari 2026_PKL Fani/Firli

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By