Persepsi Petani terhadap Teknologi Penyinaran Lampu pada Usahatani Bawang Merah di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penelitian ini membahas persepsi petani terhadap penggunaan teknologi penyinaran lampu pada usahatani bawang merah di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya komoditas bawang merah sebagai produk hortikultura unggulan yang memiliki permintaan tinggi, namun produksinya sering terkendala oleh serangan hama. Teknologi penyinaran lampu diperkenalkan sebagai inovasi yang berfungsi sebagai perangkap hama dan dinilai lebih efisien serta ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida, tetapi belum diadopsi secara merata oleh petani karena perbedaan persepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi petani terhadap teknologi tersebut serta menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang membentuk persepsi, seperti umur, tingkat pendidikan, pendapatan, pengalaman usahatani, luas lahan, dan sumber informasi. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan analitik dengan jumlah sampel sebanyak 62 petani yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah: (1) Skala Likert untuk mengukur tingkat persepsi petani bawang merah di Kecamatan Muncar terhadap teknologi penyinaran lampu. (2) Analisis Korelasi Rank Spearman untuk melihat hubungan antara persepsi petani bawang merah di terhadap teknologi penyinaran lampu di Kecamatan Muncar dengan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Persepsi petani bawang merah terhadap pemanfaatan teknologi penyinaran lampu secara keseluruhan bernilai 67.19, berada dalam kategori baik yaitu antara 61,3-75,6 dengan penilaian setiap kategori yaitu, tingkat Kepuasan memiliki total nilai 18.55 yang berarti petani bawang merah puas terhadap teknologi penyinaran lamp, tingkat Kemudahan memiliki total nilai 15.34 yang berarti petani bawang merah mudah dalam teknologi penyinaran lampu, tingkat Kemanfaatan memiliki total nilai 15.42 yang berarti teknologi penyinaran lampu memiliki manfaat yang tinggi bagi petani bawang merah, tingkat Kendala memiliki total nilai 17.89 yang berarti petani bawang merah memiliki kendala yang rendah dalam pemanfaatan teknologi penyinaran lampu. (2) Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan persepsi petani terhadap teknologi penyinaran lampu yaitu, umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman berusahatani karena memiliki nilai sig 2-tailed ≤ 0.05. Sedangkan sisanya memiliki hubungan yang tidak signifikan karena memiliki nilai sig 2-tailed ≥ 0.05, yaitu pendapatan, luas areal tanam, dan sumber informasi.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 September 07
