Implementasi Terapi Psikoreligius: Dzikir Pada Pasien Skizofrenia dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi di Pondok Waras Healing Centern Persepsi

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keperawatan

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis dengan manifestasi klinis utama berupa halusinasi pendengaran, yang dapat berdampak buruk seperti mencederai diri dan lingkungan jika tidak segera ditangani. Salah satu intervensi non-farmakologis pendukung yang terbukti mampu mengontrol halusinasi dan memberikan ketenangan batin adalah terapi psikoreligius dzikir. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi terapi psikoreligius dzikir dalam mengontrol gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia di Pondok Waras Healing Center. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal (satu partisipan) berdiagnosa skizofrenia paranoid yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen ukur Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Intervensi berupa terapi psikoreligius (dzikir Asmaul Husna) diaplikasikan selama 10–30 menit dalam 3 kali pertemuan. Hasil penelitian ini yaitu terdapat penurunan intensitas halusinasi yang signifikan sesudah implementasi terapi dzikir. Pada tahap pra-intervensi, skor pengukuran AHRS pasien tercatat di angka 20 (kategori halusinasi sedang) dengan kemunculan bisikan 3-4 kali sehari. Pasca-intervensi di hari ketiga, skor AHRS pasien menurun menjadi 10 (kategori halusinasi ringan) , yang diikuti dengan frekuensi bisikan berkurang menjadi 1-2 kali saja dalam sehari. Pelafalan dzikir memberikan mindfulness yang membantu pasien memutus stimulus internal negatif dan menekan tingkat kecemasan. Dapat disimpulkan bahwa terapi psikoreligius dzikir secara efektif mampu menjadi mekanisme koping yang baik untuk menurunkan dan mengontrol halusinasi pendengaran pada penderita skizofrenia. Sangat direkomendasikan bagi lahan praktik untuk mengadopsi intervensi ini sebagai bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dan program rehabilitasi harian pasien.

Description

Finalisasi oleh agus/September 2026

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By