Analisis Risiko Implementasi Ekonomi Sirkular Pada Agorindustri Kopi (Studi Kasus: Rumah Kopi Banjarsengon Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Pertumbuhan industri kopi di Indonesia telah meningkatkan volume limbah padat dan cair yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, khususnya pada agroindustri kopi skala kecil dan menengah. Ekonomi sirkular muncul sebagai solusi untuk memanfaatkan kembali limbah kopi, namun penerapannya masih rendah karena tingginya persepsi risiko terhadap sistem dan teknologi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko terkait penerapan ekonomi sirkular di Rumah Kopi Banjarsengon, Kabupaten Jember, serta merumuskan strategi mitigasi risiko. Metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, tinjauan pustaka, dan dokumentasi. Penilaian risiko menggunakan metode *Failure Mode and Effect Analysis* (FMEA) berdasarkan parameter *Severity* (tingkat keparahan), *Occurrence* (tingkat kejadian), dan *Detection* (tingkat deteksi) untuk memperoleh *Risk Priority Number* (RPN), sedangkan *Fault Tree Analysis* (FTA) digunakan untuk menganalisis akar penyebab risiko prioritas. Hasil penelitian mengidentifikasi 23 risiko yang dikategorikan ke dalam lima aspek: ekonomi dan keuangan, teknis dan operasional, manajerial dan kelembagaan, sosial, serta kebijakan dan regulasi. Nilai RPN berkisar antara 97,28 hingga 536,54 dengan nilai RPN kritis sebesar 285,75, dan terdapat 12 risiko yang diprioritaskan untuk dimitigasi. Empat risiko prioritas tertinggi meliputi ketidakmampuan memenuhi kebutuhan investasi awal untuk teknologi sirkular, penurunan efektivitas proses kerja, hambatan dalam proses perizinan, serta kurangnya dukungan regulasi yang spesifik. Analisis FTA mengidentifikasi akar penyebabnya, yaitu keterbatasan pendanaan dan infrastruktur, perubahan sistem kerja dan kesiapan sumber daya manusia, kompleksitas administrasi dan keterbatasan informasi regulasi, serta dukungan kebijakan yang belum optimal dan ekosistem ekonomi sirkular yang belum berkembang. Strategi mitigasi yang dirumuskan mencakup investasi bertahap, optimalisasi fasilitas, penerapan SOP dan pelatihan, perbaikan administrasi perizinan, konsultasi dengan instansi terkait, pemanfaatan program pemerintah, serta pengembangan kemitraan dan pasar untuk produk sirkular. Temuan ini memberikan dasar bagi penentuan prioritas mitigasi risiko serta mendukung penerapan ekonomi sirkular yang efektif dan berkelanjutan di Rumah Kopi Banjarsengon.
Description
Finalisasi oleg agus/September 2026
