Pemodelan Numerik Tsunami unutk Analisis Dampak dan Jalur Evakuasi dalam Mitigasi Bencana di Pantai Pancer-Puger, Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kawasan pesisir Pantai Pancer–Puger di Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah di tepian selatan Pulau Jawa yang menyimpan tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman bencana tsunami akibat aktivitas tektonik aktif di zona subduksi lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Rona wilayah ini berkembang pesat sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap, kawasan permukiman padat, dan destinasi pariwisata bahari, sehingga secara otomatis memiliki tingkat keterpaparan yang masif terhadap risiko bencana. Kondisi tersebut diperparah oleh morfologi dataran pesisir yang relatif landai serta eksistensi muara Sungai Bedadung, yang mana alur sungai ini berpotensi bertindak sebagai koridor alami dalam memperluas jangkauan penetrasi genangan tsunami jauh ke arah daratan. Atas dasar kondisi empiris tersebut, pengkajian mendalam mengenai estimasi dampak hantaman gelombang beserta perancangan jaringan rute evakuasi menjadi urgensi utama dalam struktur mitigasi bencana di wilayah kajian. Penelitian ini diorientasikan untuk menganalisis karakteristik hidrodinamika tsunami berdasarkan skenario gempa megathrust ekstrem di selatan Jawa, mengidentifikasi jangkauan spasial dampak luapan terhadap lanskap Pantai Pancer–Puger, serta merumuskan koridor evakuasi paling optimal sebagai instrumen pengurangan risiko bencana. Operasionalisasi analisis dieksekusi melalui pendekatan integratif yang mengombinasikan pemodelan numerik hidrodinamika tsunami, pemetaan spasial, dan pemodelan analisis jaringan (network analysis) transportasi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Fase pemodelan tsunami dijalankan menggunakan perangkat lunak Cornell Multi grid Coupled Tsunami Model (COMCOT) dengan menguji skenario terburuk (worst-case scenario) gempa bumi megathrust berkekuatan Mw 8,7 merujuk pada basis data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN). Struktur data spasial yang digunakan mencakup data batimetri nasional (BATNAS), topografi mikro (DEMNAS), batas administrasi wilayah, serta jaringan jalan dari OpenStreetMap (OSM) yang telah divalidasi. Luaran dari pemodelan numerik ini difungsikan untuk memproyeksikan parameter tinggi genangan maksimum (Estimated Tsunami Height/ETH), waktu tiba gelombang pertama (Estimated Time of Arrival/ETA), dan pola sebaran spasial genangan. Selanjutnya, perancangan rute penyelamatan diri diproduksi menggunakan plugin QNEAT3 pada lingkungan perangkat lunak QGIS melalui implementasi algoritma Dijkstra guna melacak lintasan terpendek menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Hasil simulasi numerik menunjukkan bahwa gelombang tsunami diproyeksikan mencapai kawasan pesisir Pantai Pancer dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 20–25 menit setelah terjadinya deformasi dasar laut. Pola spasial genangan tsunami terkonsentrasi pada wilayah pesisir, dataran rendah, dan kawasan muara Sungai Bedadung. Desa Puger Kulon dan Desa Mojosari teridentifikasi sebagai wilayah dengan tingkat keterpaparan tsunami tertinggi. Melalui analisis jaringan jalan, penelitian ini berhasil mengidentifikasi koridor evakuasi utama dan jalur alternatif yang menghubungkan Titik Awal Evakuasi (TA) menuju lokasi aman. Evaluasi berdasarkan parameter Estimated Time of Arrival (ETA) menunjukkan bahwa koridor evakuasi di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger dan Pasar Tradisional masih memiliki buffer time yang memadai untuk proses evakuasi. Sebaliknya, koridor evakuasi yang melayani kawasan Pantai Pancer berada pada kondisi kritis karena memiliki waktu evakuasi yang sangat terbatas, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam perencanaan mitigasi dan penyusunan rencana kontinjensi. Integrasi spasial antara model ancaman fisik tsunami dan jaringan aksesibilitas jalan berhasil memproduksi Peta Evakuasi Tsunami tematik yang menyajikan deliniasi zona bahaya, arah koridor penyelamatan, serta titik lokasi TES dan TEA. Dokumen kartografis berbasis risiko ini dapat diaplikasikan sebagai landasan ilmiah utama serta informasi pendukung bagi pemangku kebijakan dalam penyusunan rencana kontinjensi daerah, penentuan arah rute penyelamatan, penempatan rambu-rambu evakuasi di lapangan, hingga program penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. Secara menyeluruh, riset ini membuktikan bahwa pendekatan integratif antara pemodelan numerik hidrodinamika dan analisis jaringan berbasis SIG mampu memberikan rekomendasi mitigasi yang presisi, adaptif, dan aplikatif dalam meminimalisir risiko bencana tsunami di kawasan Pantai Pancer–Puger, Kabupaten Jember.
Description
Finalisasi 2 September 2026_Yudi
