Pengaruh Penerapan Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Tanggung Jawab Anak Kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya perkembangan aspek sosial emosional pada anak usia dini, khususnya pada perilaku tanggung jawab, yakni salah satu nilai karakter yang perlu ditanamkan sejak dini, karena di tengah era modern masa kini anak dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan emosional yang memerlukan pengembangan karakter yang kuat. Pada usia 4-5 tahun, anak diharapkan sudah mampu menunjukkan sikap tanggung jawab pada dirinya sendiri dan lingkungannya. Namun, berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di TK Kartika IX-35 Jember, kemampuan tanggung jawab anak kelompok A2 masih belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan lebih banyak menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA). Selain itu, permasalahan tersebut juga disebabkan karena suasana belajar yang kurang menyenangkan, kurang aman, dan kurang nyaman bagi anak. Model pembelajaran yang digunakan menggunakan model klasikal, yang membuat anak kurang leluasa untuk aktif dan terlibat secara langsung dalam kegiatan belajar. Berdasarkan adanya permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu melibatkan anak secara langsung dalam proses belajar. Peneliti menerapkan model Project Based Learning (PjBL) sebagai salah satu alternatif pembelajaran yang dapat menstimulasi kemampuan tanggung jawab anak melalui kegiatan proyek yang bermakna dan menyenangkan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meganalisis ada atau tidaknya pengaruh penerapan model Project Based Learning terhadap kemampuan tanggung jawab anak kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experimental melalui pola Non-Equivalent Control Group Design. Dengan populasi penelitian berjumlah 35 anak kelompok A, yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi menggunakan instrumen checklist pada tahap pretest dan posttest. Setelah diberikan treatment untuk kelompok eksperimen berupa pembelajaran menggunakan model PjBL melalui kegiatan proyek, kemampuan tanggung jawab anak mengalami peningkatan. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 88, sedangkan kelompok kontrol sebesar 80,70. Selama pelaksanaan penelitian ditemukan bahwa anak pada kelompok eksperimen menunjukkan kemampuan tanggung jawab yang tinggi, antusiasme terlibat aktif dalam setiap tahapan proyek. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan Independent Simple T-Test menunjukkan bahwa nila thitung > ttabel (2.700 > 2.035) dan nilai Sig. (2. tailed) sebesar 0.011 < dari 0.05., sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan tanggung jawab anak kelas A2 di TK Kartika IX-35 Jember. Meskipun demikian, dalam pelaksanaan penelitian terdapat beberapa kendala, seperti kendala berupa kondisi kelas yang kurang kondusif saat kegiatan outdoor, membutuhkan waktu yang lebih lama, serta kebutuhan persiapan alat dan bahan yang lebih banyak. Namun secara keseluruhan, model PjBL terbukti mampu meningkatkan kemampuan tanggung jawab anak melalui kegiatan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pendidik untuk lebih sering menerapkan kegiatan pembelajaran yang mampu menstimulasi nilai-nilai karakter anak khususnya tanggung jawab, melalui kegiatan yang menyenangkan seperti model PjBL. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan durasi waktu yang lebih panjang serta mengkaji penerapan model Project Based Learning terhadap aspek perkembangan anak lainnya.

Description

Finalisasi 1 September 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By