Perilaku Sosial Menyimpang pada Perempuan Dewasa Awal yang Mengalami Fatherless

Abstract

Ketidakhadiran peran ayah dalam keluarga, yang dikenal sebagai fenomena fatherless, merupakan permasalahan sosial yang cukup signifikan di Indonesia; menurut UNICEF (2021), sekitar 20,9% anak Indonesia tidak memperoleh figur ayah secara fungsional. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, tetapi juga berlanjut hingga masa dewasa awal, khususnya pada perempuan, dan berpotensi memicu munculnya perilaku sosial menyimpang akibat kekosongan afeksi, pengawasan, dan pembelajaran norma sosial dari sosok ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memaparkan bentuk-bentuk perilaku sosial menyimpang pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus kolektif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang dikombinasikan dengan snowball sampling, meliputi tiga informan pokok berinisial S, I, dan DA yang berdomisili di Kelurahan Sumbersari, Kabupaten Jember, serta tiga informan tambahan sebagai sumber triangulasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan mengalami fatherless akibat kematian maupun perceraian ayah, yang berdampak pada aspek ekonomi, emosional, dan psikososial sehingga memunculkan kemandirian finansial secara dini, ketidakstabilan emosi, serta kecenderungan mencari pengganti figur ayah melalui hubungan romantis. Bentuk perilaku sosial menyimpang yang ditemukan meliputi hubungan seksual pranikah, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, konsumsi alkohol, dan merokok. Dapat disimpulkan bahwa ketidakhadiran figur ayah berkontribusi terhadap kekosongan peran afeksi dalam keluarga, sehingga mendorong perempuan dewasa awal mencari pemenuhan kebutuhan emosional melalui cara-cara yang bertentangan dengan norma sosial dan nilai agama yang berlaku di masyarakat.

Description

Finalisasi oleh agus/September 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By