Studi Performa Fluida Fracturing Berbasis Guar Gum Crosslinked Pada Lapisan Sandstone Sumur AMS Melalui Simulator Hydraulic Fracturing
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNIK
Abstract
Hydraulic fracturing merupakan metode stimulasi yang digunakan untuk
meningkatkan produktivitas sumur pada reservoir berpermeabilitas rendah melalui
pembentukan rekahan buatan yang kemudian dipertahankan terbuka dengan
proppant. Keberhasilan operasi ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik fluida
fracturing, terutama viskositas, kemampuan membawa proppant, kehilangan
tekanan selama pemompaan, serta potensi pembentukan residu polimer. Pada
Sumur AMS di Lapangan BBP, yang memproduksikan hidrokarbon dari Formasi
Upper Cibulakan (UCB) pada lapisan sandstone dengan porositas sekitar 10% dan
permeabilitas sekitar 5,17 mD, riwayat sumur-sumur serupa menunjukkan
kecenderungan penurunan produksi sehingga stimulasi hydraulic fracturing
dipertimbangkan sebagai upaya peningkatan produktivitas. Fluida berbasis guar
gum crosslinked dipilih karena sesuai dengan kondisi temperatur reservoir dan
karakteristik batuan sandstone, namun konsentrasi polimer yang terlalu rendah
dapat mengurangi kemampuan pengangkutan proppant, sedangkan konsentrasi
yang terlalu tinggi dapat meningkatkan friction loss dan risiko residu polimer.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi
guar gum crosslinked terhadap parameter reologi, friction loss, geometri rekahan,
fluid efficiency, FCD, dan FOI, serta mengidentifikasi kondisi operasi yang paling
sesuai untuk Sumur AMS. Variasi konsentrasi yang dikaji adalah 30 pptg, 35 pptg,
dan 40 pptg. Tahap awal penelitian meliputi pengumpulan data komplesi, reservoir,
dan geomekanika dari perusahaan, kemudian dilakukan pembuatan fluida
fracturing dan pengujian reologi menggunakan viscometer HTHP 5550 untuk
memperoleh parameter flow behavior index (n’) dan consistency index (k’). Hasil
uji reologi digunakan sebagai input simulasi hydraulic fracturing pada perangkat
lunak FracCADE 7.0 dengan model geometri rekahan P3D. Evaluasi dilakukan
terhadap kondisi dasar (laju pompa 15 bpm tanpa proppant slug) dan dilanjutkan
dengan analisis sensitivitas laju alir pompa 14–16 bpm serta penerapan tahap
proppant slug pada pump schedule. Seluruh skenario dianalisis berdasarkan friction
loss, geometri rekahan, fluid efficiency, FCD, dan FOI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fluida memiliki nilai n’ di
bawah 1 sehingga bersifat non-Newtonian shear thinning dan sesuai untuk aplikasi
hydraulic fracturing. Perubahan konsentrasi guar gum, crosslinker, pH buffer, dan
breaker menghasilkan nilai n’ dan k’ yang berbeda pada setiap sistem fluida.
Peningkatan konsentrasi guar gum cenderung meningkatkan viskositas efektif dan
memperbesar tubing friction loss, sementara friction loss perforasi relatif tidak
banyak berubah. Dari sisi geometri rekahan, peningkatan konsentrasi terutama
memperbesar lebar rekahan dan memperbaiki distribusi proppant. Nilai fluid
efficiency seluruh variasi berada sekitar 33%, yang masih berada dalam rentang
operasi hydraulic fracturing yang umum digunakan. Nilai FCD meningkat dari
sekitar 5,2 pada 30 pptg menjadi sekitar 5,4 pada konsentrasi yang lebih tinggi,
sedangkan FOI meningkat dari sekitar 7,55 menjadi sekitar 7,78. Sensitivitas laju
alir pompa menunjukkan bahwa 15 bpm memberikan performa paling stabil, laju
yang terlalu rendah meningkatkan risiko screen out dan distribusi proppant yang
kurang baik, sedangkan laju yang terlalu tinggi menaikkan friction pressure tanpa
peningkatan performa rekahan yang berarti. Penerapan proppant slug
menghasilkan rekahan yang lebih konduktif (FCD lebih tinggi) tetapi dengan
panjang rekahan lebih pendek sehingga FOI cenderung lebih rendah dibandingkan
skenario tanpa slug.
Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa fluida guar gum
crosslinked 30 pptg pada laju pompa 15 bpm tanpa proppant slug memberikan
kombinasi parameter yang paling seimbang untuk Sumur AMS, yaitu friction loss
lebih rendah, geometri rekahan yang efektif, fluid efficiency 33%, FCD 5,2, dan
FOI 7,6. Meskipun konsentrasi 35–40 pptg menghasilkan FCD dan FOI sedikit
lebih tinggi, peningkatannya relatif kecil dibanding tambahan kebutuhan kimia,
kenaikan friction loss, dan potensi residu polimer yang lebih besar. Oleh karena itu,
skenario 30 pptg 15 bpm tanpa proppant slug dinilai sebagai desain yang paling
realistis dan operasional untuk diterapkan pada Sumur AMS berdasarkan hasil
simulasi dan evaluasi parameter teknis yang dilakukan dalam penelitian ini.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
