Evaluasi Jenjang Tumpukan Bjjih Nikel Pada Stockyard Menggunakan Pendekatan Kestabilan Lereng di PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT ANTAM Tbk. UBPN Kolaka merupakan perusahaan pertambangan nikel yang menggunakan stockyard sebagai area penimbunan sementara bijih nikel sebelum diproses atau dikirim domestik. Aktivitas penimbunan menghasilkan tumpukan dengan geometri yang berbeda-beda sehingga berpotensi memengaruhi kestabilan lereng tumpukan bijih nikel pada stockyard. Kondisi lereng yang tidak stabil dapat menyebabkan longsoran yang berdampak pada keselamatan kerja dan kelancaran operasional. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap geometri tumpukan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng tumpukan dan menentukan desain tumpukan yang lebih optimal. Penelitian dilakukan pada 30 tumpukan yang terdiri atas 15 tumpukan Stockyard Domestik Pomalaa (SDP) dan 15 tumpukan Stockyard Transito Pabrik (TRP). Data yang digunakan meliputi geometri tumpukan, tonase material, bobot isi sebesar 15,5 kN/m³, kohesi 20 kN/m², dan sudut geser dalam 24,53°. Metode yang digunakan untuk menentukan kestabilan geometri tumpukan adalah Limit Equilibrium Method (LEM) dengan pendekatan Bishop dan Fellenius. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis kestabilan lereng tumpukan bijih nikel berdasarkan geometri aktual, membandingkan nilai faktor keamanan (FK) menggunakan metode Bishop dan Fellenius, serta memberikan rekomendasi desain tumpukan yang efektif untuk diterapkan pada area stockyard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri aktual tumpukan bijih nikel pada Stockyard Domestik Pomalaa (SDP) memiliki tinggi berkisar antara 3,93–15,98 m dengan sudut lereng depan 14,23°–49,54° dan sudut lereng belakang 34,18°–71,31°. Sementara itu, geometri tumpukan pada Stockyard Transito Pabrik (TRP) memiliki tinggi yang lebih besar, yaitu 9,18–21,39 m dengan sudut lereng depan 20,11°–43,38° dan sudut lereng belakang 51,42°–87,99°. Variasi tinggi dan sudut lereng tersebut menunjukkan adanya perbedaan kondisi geometri antar tumpukan yang berpengaruh terhadap tingkat kestabilan lereng. Analisis faktor keamanan menghasilkan nilai FK ≥ 1,1 pada sebagian besar tumpukan bijih nikel di area SDP dan TRP sehingga secara umum berada dalam kondisi stabil. Nilai FK tertinggi diperoleh pada tumpukan SDP2 sebesar 6,168 menggunakan metode Bishop dan 6,022 menggunakan metode Fellenius, sedangkan nilai FK terendah diperoleh pada tumpukan TRP14 sebesar 1,068 menggunakan metode Bishop dan 1,057 menggunakan metode Fellenius. Selain itu, tumpukan SDP14, TRP6, dan TRP10 memiliki nilai FK yang mendekati batas minimum kestabilan sehingga berpotensi mengalami longsoran apabila terjadi peningkatan kadar air atau penambahan beban pada lereng.
Description
Finalisasi 27 Agustus 2026_Yudi
