Fungsi Penyuluhan dan Pengaruhnya terhadap Pembangunan Peternakan Berkelanjutan Kambing Senduro

Abstract

Kambing Senduro merupakan ternak dwiguna penghasil susu dan daging yang berpotensi dikembangkan di Indonesia. Pemeliharaannya tidak lepas dari peran penyuluhan dan pembangunan peternakan berkelanjutan untuk mengoptimalkan pendapatan peternak. Penyuluhan yang efektif dapat meningkatkan pengetahuan peternak, memperbaiki praktik manajemen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi agribisnis. Salah satu fungsi penyuluhan adalah membantu peternakan berkembang menjadi organisasi ekonomi yang berdaya saing tinggi, produktif, menerapkan tata kelola usaha yang baik, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaru7h fungsi penyuluhan (X) terhadap lima dimensi pembangunan peternakan berkelanjutan kambing Senduro, yaitu dimensi ekologi (Y1), ekonomi (Y2), sosial budaya (Y3), kelembagaan (Y4), dan teknologi (Y5). Penelitian dilakukan di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dengan 64 responden anggota kelompok ternak kambing Senduro yang dipilih secara total sampling. Metode yang digunakan adalah mixed methods, menggabungkan data kualitatif (observasi lapangan, FGD, wawancara, dan dokumentasi) dan data kuantitatif (kuesioner). Analisis data menggunakan Regresi Linear Sederhana (RLS) melalui SPSS versi 20 untuk menguji hubungan antara fungsi penyuluhan dan pembangunan peternakan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan fungsi penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap dimensi kelembagaan, namun berpengaruh positif tidak signifikan pada dimensi ekonomi dan sosial budaya, serta berpengaruh negatif tidak signifikan pada dimensi ekologi dan teknologi. Nilai signifikansi ini penting dicermati karena mencerminkan sejauh mana fungsi penyuluhan telah terealisasi secara optimal. Meski demikian, dimensi yang tidak signifikan tidak selalu dapat diatasi hanya dengan menambah intensitas penyuluhan. Pengaruh negatif pada dimensi ekologi dan teknologi lebih mencerminkan kondisi struktural, seperti kesesuaian iklim dan konstruksi kandang yang sudah optimal secara alami, posisi peternak dalam rantai pasok susu, serta keterbatasan waktu kerja sehingga penguatannya memerlukan pendekatan kelembagaan, bukan sekadar penyuluhan konvensional. Dimensi kelembagaan yang sudah berpengaruh positif dan signifikan perlu dipertahankan sekaligus dijadikan pintu masuk utama untuk memperkuat dimensi ekonomi, sosial budaya, ekologi, dan teknologi secara kolektif.

Description

FINALISASI oleh Arif 2026 Agustus 27

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By