Evaluasi Geometri Jalan Tambang Untuk Optimalisasi Produktivitas Alat Angkut (Studi Kasus : Pengangkutan Batubara DI PT Pada Idi Kalimantan Tengah)
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
PT Pada Idi, yang dioperasikan oleh PT Kaltim Diamond Coal sebagai kontraktor tambang (PT PI-KDC), menerapkan metode penambangan terbuka di Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara. Pada Februari 2026, realisasi produksi batu bara hanya mencapai 26% dari target bulanan, yang mengindikasikan adanya masalah operasional yang memerlukan evaluasi, khususnya terkait kondisi jalan angkut yang digunakan untuk transportasi batu bara dari pit menuju jetty. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian geometri jalan angkut—khususnya lebar jalan, superelevasi, kemiringan melintang (cross fall), dan kemiringan memanjang (grade)—terhadap standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 dan AASHTO, serta mengusulkan desain geometri jalan yang optimal guna meningkatkan produktivitas unit angkut. Penelitian dilakukan pada segmen jalan angkut sepanjang 930 meter dari Pit E menuju Pit Stop, yang dibagi menjadi 31 segmen dengan panjang masing-masing 30 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometri jalan aktual sebagian besar tidak memenuhi standar yang ditetapkan: hanya 5 dari 31 segmen yang memenuhi standar lebar minimum, tidak ada satu pun dari 11 segmen tikungan yang memenuhi standar superelevasi 4%, hanya 8 dari 20 segmen lurus yang sepenuhnya memenuhi standar kemiringan melintang 2%–4%, dan 8 segmen memiliki kemiringan memanjang melebihi 8% (meskipun masih di bawah batas maksimum regulasi sebesar 12%). Selanjutnya, diusulkan desain jalan dengan lebar 10 m untuk segmen lurus dan 13 m untuk segmen tikungan, superelevasi 4%, kemiringan melintang 2%, serta kemiringan memanjang maksimum yang dibatasi di bawah 8% sebagai margin keselamatan tambahan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain tersebut menghilangkan waktu tunggu (idle) saat perjalanan tanpa muatan selama 3,50 menit, meningkatkan kecepatan perjalanan dengan muatan dan tanpa muatan masing-masing sebesar 54,96% dan 63,93%, mengurangi waktu siklus sebesar 33,31% (dari 88,06 menjadi 58,73 menit), serta meningkatkan produktivitas unit angkut sebesar 49,49% (dari 23,46 menjadi 35,07 ton/jam). Akibatnya, jumlah dump truck yang dibutuhkan per armada berkurang dari 15 unit menjadi 10 unit. Temuan ini mengonfirmasi bahwa desain geometri jalan angkut yang tepat secara signifikan meningkatkan keselamatan maupun produktivitas operasi pengangkutan batu bara di PT PI-KDC.
Description
Finalisasi Agustus 2026 Rudi H
