Implementasi Sistem Monitoring Online pH Air Kolam Ikan menggunakan Sensor pH4502C berbasis ESP32
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
Abstract
Budidaya ikan lele merupakan sektor perikanan air tawar yang keberhasilannya
sangat bergantung pada kualitas air, khususnya kestabilan nilai pH. Fluktuasi pH air yang
ekstrem dapat memicu stres, menurunkan nafsu makan, hingga menyebabkan kematian
massal pada ikan. Pemantauan kualitas air yang selama ini masih sering dilakukan secara
manual dinilai kurang efisien karena data yang diperoleh tidak berkesinambungan,
sehingga penanganan perubahan kualitas air kerap terlambat. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, serta menganalisis efektivitas
sistem pemantauan pH air kolam ikan lele secara online dan real-time menggunakan
sensor pH4502C berbasis mikrokontroler ESP32.
Penelitian ini menggunakan metode rancang bangun alat sederhana yang
dilaksanakan selama 8 minggu, meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat
lunak, kalibrasi sensor, hingga pengujian langsung di lapangan. Pengumpulan data utama
dilakukan selama 14 hari pada dua wadah budidaya bervolume 130 liter yang masingmasing diisi 110 ekor bibit lele berukuran awal 4 cm. Dalam pelaksanaannya, Bak A
dipantau selama 24 jam dan penggantian air yang segera dilakukan ketika pH terdeteksi
turun di bawah batas ideal (6,5). Sebagai pembanding, Bak B digunakan sebagai kelas
kontrol dengan penggantian air secara konvensional sesuai jadwal rutin setiap 4 hari
sekali tanpa didasari pemantauan sensor. Data tingkat keasaman air dikirimkan oleh
mikrokontroler ESP32 melalui jaringan WiFi untuk divisualisasikan kepada pengguna
melalui aplikasi Blynk pada smartphone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat yang dirancang mampu beroperasi
secara fungsional dengan akurasi pembacaan yang sangat baik, dibuktikan oleh hasil
kalibrasi sensor pH4502C yang hanya memiliki nilai rata-rata error sebesar 0,83%.
Implementasi alat ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas kualitas air, di mana
fluktuasi pH pada Bak A (1,22) tercatat lebih rendah dan stabil dibandingkan dengan Bak
B (1,28). Stabilitas lingkungan budidaya pada bak tertutup tersebut berdampak positif
secara langsung terhadap performa ikan. Perkembangan massa mutlak ikan di Bak A
mencapai 0,005 gram dengan pertambahan panjang 4,5 cm, mengungguli ikan di Bak B
yang hanya mengalami pertambahan berat 0,0035 gram dan panjang 4 cm. Dampak
paling signifikan juga terlihat pada tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan, di
mana Bak A berhasil mencapai persentase hidup 76,36%, berbanding jauh di atas Bak B
yang hanya menyentuh 53,63%. Secara keseluruhan, sistem monitoring ini sangat
membantu mempermudah pembudidaya dalam mengambil keputusan pengelolaan
kualitas air secara tepat dan cepat, sehingga terbukti mampu menekan angka mortalitas
serta mengoptimalkan produktivitas panen.
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
