Analisis Hubungan Sexual Interaction In Digital Context Dengan Cybersexual Harassment Intention Serta Kejadian Cybersexual Harassment Pada Mahasiswa Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Perkembangan teknologi digital meningkatkan intensitas interaksi masyarakat, khususnya mahasiswa, di ruang digital, namun juga dapat meningkatkan risiko terjadinya Cybersexual Harassment (CH). Cybersexual Harassment merupakan pelecehan seksual yang dilakukan melalui teknologi digital tanpa persetujuan penerima, seperti pesan atau komentar bernuansa seksual, penyebaran konten seksual tanpa izin, dan pemaksaan pengiriman konten intim. Salah satu bentuk interaksi yang berkembang di ruang digital adalah Sexual Interaction in Digital Context (SIDC), yang dapat berpotensi berkembang menjadi CH apabila dilakukan tanpa persetujuan atau melanggar batas pribadi penerima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Sexual Interaction in Digital Context (SIDC) dengan kejadian Cybersexual Harassment (CH) pada mahasiswa Universitas Jember. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada Januari–Juni 2026. Populasi penelitian adalah 24.644 mahasiswa program sarjana aktif Universitas Jember tahun 2025. Sampel penelitian berjumlah 163 mahasiswa berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner SIDC sebanyak 13 item, dan kuesioner CH sebanyak 17 item. Kedua instrumen telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach’s alpha masing-masing sebesar 0,873 dan 0,867. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test dan Fisher–Freeman–Halton Exact Test dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori CH rendah, yaitu sebanyak 159 responden (97,5%). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden yang meliputi usia, jenis kelamin, status hubungan, tempat tinggal, uang saku per bulan, semester, dan durasi penggunaan internet dengan kejadian CH (p>0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara SIDC dengan kejadian CH (p=0,001). Responden dengan kategori SIDC tinggi memiliki proporsi CH sedang yang lebih besar dibandingkan dengan kategori SIDC rendah dan sedang. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara SIDC dengan kejadian CH pada mahasiswa Universitas Jember. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui penguatan literasi digital, pemahaman mengenai persetujuan (consent), etika komunikasi digital, dan mekanisme pelaporan yang aman.
Description
Validasi dan Finalisasi Ratna 20 Agustus 2026
