Analisis Wacana Kritis Teori Eksklusi dan Inklusi Theo Van Leeuwen Dalam Album Sinestesia Karya Efek Rumah Kaca
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan lirik lagu dalam album Sinestesia karya Efek Rumah Kaca yang menyuarakan kritik sosial secara tidak langsung melalui strategi representasi aktor sosial, bukan melalui pernyataan eksplisit dan konfrontatif. Fenomena ini menarik dikaji karena penelitian Analisis Wacana Kritis pada lirik lagu selama ini lebih banyak berorientasi pada pembongkaran makna tematik, sementara mekanisme kebahasaan yang memunculkan atau menghilangkan aktor dalam teks puitik belum banyak diperhatikan secara mendalam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi eksklusi dan inklusi Theo van Leeuwen dalam merepresentasikan aktor sosial pada lirik lagu-lagu dalam album Sinestesia, serta menganalisis fungsi strategi tersebut dalam membangun wacana perlawanan simbolik terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Data utama bersumber dari teks lirik enam lagu dalam album tersebut, dianalisis secara tekstual untuk membedah strategi eksklusi dan inklusi, kemudian diinterpretasikan fungsi ideologisnya menggunakan konsep perlawanan simbolik Bourdieu dan Scott serta keadilan sosial Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi eksklusi lebih banyak digunakan untuk mengaburkan aktor dominan (pelaku penindasan), sedangkan strategi inklusi digunakan untuk memulihkan dan menonjolkan identitas kelompok termarjinalkan (korban). Lagu bertema politik lebih dominan memanfaatkan eksklusi, sedangkan lagu bertema kemanusiaan lebih dominan memanfaatkan inklusi. Sebagai kesimpulan, penelitian ini membuktikan bahwa strategi representasi aktor sosial van Leeuwen efektif diterapkan pada teks puitik seperti lirik lagu, dan album Sinestesia terbukti memanfaatkan eksklusi dan inklusi sebagai perangkat diskursif untuk membangun kritik tajam terhadap relasi kuasa sekaligus memperkuat perlawanan simbolik terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial.
Description
Finalisasi oleh agus/Agustus 2026
