Penerapan Model XGBoost untuk Prediksi Curah Hujan
Loading...
Files
Date
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Curah hujan merupakan salah satu unsur penting dalam siklus hidrologi
yang berperan dalam berbagai sektor, seperti pertanian, pengelolaan sumber daya
air, transportasi, serta mitigasi bencana hidrometeorologi. Karakteristik curah
hujan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor meteorologi menyebabkan pola data
bersifat kompleks, fluktuatif, dan nonlinier, sehingga diperlukan metode prediksi
yang mampu menangkap hubungan tersebut secara akurat. Salah satu metode
yang memiliki kemampuan dalam memodelkan hubungan nonlinier adalah
Extreme Gradient Boosting (XGBoost), yaitu algoritma machine learning berbasis
teknik boosting yang dikenal memiliki tingkat akurasi tinggi serta kemampuan
generalisasi yang baik.
Penelitian ini menggunakan data iklim harian yang bersumber dari
National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada Stasiun
Meteorologi Maritim Perak 2 Surabaya dengan periode pengamatan 1 Januari
2000 hingga 14 November 2025 sebanyak 9.450 data. Variabel yang digunakan
meliputi lama penyinaran, temperatur, kelembapan, dan kecepatan angin sebagai
variabel prediktor, serta curah hujan sebagai variabel target. Tahapan penelitian
diawali dengan penanganan missing value menggunakan interpolasi dan
normalisasi data menggunakan metode Min-Max Normalization. Selanjutnya, data
dibagi ke dalam empat skema pembagian data, yaitu 60:40, 70:30, 80:20, dan
90:10 untuk data pelatihan dan pengujian. Model XGBoost dibangun melalui
proses hyperparameter tuning guna memperoleh kombinasi parameter terbaik,
kemudian dievaluasi menggunakan metrik Root Mean Squared Error (RMSE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model XGBoost mampu memberikan
performa prediksi yang baik pada seluruh skema pembagian data. Nilai RMSE
yang diperoleh berturut-turut sebesar 8,6435 pada skema 60:40, 9,1931 pada
skema 70:30, 10,2041 pada skema 80:20, dan 12,4215 pada skema 90:10. Nilai
RMSE terkecil diperoleh pada skema 60:40 yang menunjukkan tingkat kesalahan
prediksi paling rendah dibandingkan skema lainnya. Selain itu, hasil visualisasi
memperlihatkan bahwa pola data hasil prediksi mampu mengikuti pola data aktual
dengan cukup baik.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model XGBoost
efektif digunakan untuk memprediksi curah hujan harian dengan memanfaatkan
variabel meteorologi yang digunakan dalam penelitian. Skema pembagian data
60:40 menghasilkan kinerja terbaik sehingga dapat menjadi alternatif yang
dipertimbangkan dalam pengembangan model prediksi curah hujan pada
penelitian selanjutnya.
Description
Validasi file repositori 19 Agustus 2026_Firli
