Desain Inovasi Kapal Pariwisata Glass Bottom Sebagai Sarana Penunjang Wisata Bahari Pulau Menjangan

Abstract

Wisata bahari di Pulau Menjangan, Bali, memiliki potensi besar berkat hamparan terumbu karang yang luas dan keanekaragaman hayati bawah laut yang kaya. Penelitian ini mengembangkan desain inovatif kapal wisata berlantai kaca (*glass-bottom boat*) yang dioptimalkan untuk kondisi operasional setempat. Pendekatan desain kuantitatif diterapkan, mencakup analisis rute, prakiraan permintaan penumpang menggunakan metode *Holt-Winters Exponential Smoothing*, desain parametrik kapal, perhitungan hambatan dan sistem propulsi, penilaian stabilitas, serta evaluasi karakteristik olah gerak (*seakeeping*) berdasarkan *Motion Sickness Incidence* (MSI) dan *Motion Induced Interruptions* (MII). Kapal yang diusulkan, KM. BERIMAN, dirancang untuk menampung 20 penumpang dan 5 awak kapal, dengan dimensi utama: panjang keseluruhan (LOA) 20,28 m, panjang antara garis tegak (LPP) 19,5 m, lebar 5,1 m, tinggi lambung (*depth*) 2,4 m, dan sarat air (*draft*) 1,5 m. Analisis hambatan menggunakan metode Holtrop memperkirakan kebutuhan daya propulsi sebesar 9,443 kW pada kecepatan dinas 5,3 knot, sehingga dipilih motor listrik Bellmarine Drive Master berdaya 10 kW yang ditenagai oleh delapan baterai LiFePO₄ 48 V 105 Ah. Evaluasi stabilitas pada lima kondisi pemuatan memenuhi kriteria IMO dan BKI, dengan nilai GMt berkisar antara 1,129 m hingga 1,156 m. Hasil analisis *seakeeping* menunjukkan respons *heave* dan *pitch* yang dapat diterima, sedangkan gerakan *roll* hanya melampaui batas operasional pada kondisi gelombang dari arah samping (*beam-sea*) dengan tinggi gelombang signifikan di atas 1,25 m. Secara keseluruhan, desain ini menawarkan solusi yang aman, stabil, dan ramah lingkungan untuk mendukung wisata bahari yang berkelanjutan. Kirim masukan

Description

Finalisasi Agustus 2026 Rudi H

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By