Pengelolaan Pelatihan Public Speaking for Youth dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal Peserta di The Jannah Institute, Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
munikasi Interpersonal Peserta di The Jannah Institute Jember dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan komunikasi interpersonal bagi remaja dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik, sosial, maupun profesional. Pelatihan public speaking tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga berperan dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif, serta keterampilan berinteraksi dengan orang lain. The Jannah Institute sebagai salah satu lembaga pelatihan di Jember menyelenggarakan program Public Speaking for Youth bagi peserta usia 12–23 tahun dengan tujuan mengembangkan kemampuan komunikasi dan potensi diri peserta melalui pendekatan appreciative inquiry. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara daring dan luring, sehingga memerlukan pengelolaan yang terencana, terarah, dan sistematis agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengelolaan pelatihan Public Speaking for Youth dalam meningkatkan komunikasi interpersonal peserta di The Jannah Institute Jember. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan pelatihan tersebut serta diharapkan dapat menjadi referensi dalam kajian pengelolaan pelatihan dan komunikasi interpersonal, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengelola, trainer, dan peserta untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan kemampuan komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan pengelolaan Pelatihan Public Speaking for Youth dalam meningkatkan komunikasi interpersonal peserta di The Jannah Institute Jember. Penentuan lokasi menggunakan teknik purposive area karena dinilai sesuai dengan fokus penelitian. Subjek penelitian ditentukan melalui purposive sampling yang melibatkan pengelola, trainer, dan peserta pelatihan sebagai informan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data penelitian menerapkan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, serta triangulasi sumber, teknik, dan waktu
Description
Finalisasi Maya_16 Agustus 2026
