Analisis Risiko Sanitasi di Wilayah Pesisir Kabupaten Lamongan Menggunakan Metode EHRA (Environmental Health Risk Assessment)

Abstract

Analisis risiko sanitasi digunakan untuk menilai kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku higiene masyarakat dalam memperkirakan risiko kesehatan lingkungan. Salah satu metode yang digunakan adalah Environmental Health Risk Assessment (EHRA), yaitu survei rumah tangga untuk menghasilkan Indeks Risiko Sanitasi (IRS). Sanitasi dan higiene yang kurang baik dapat meningkatkan pencemaran lingkungan serta risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare. Wilayah pesisir memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap masalah sanitasi karena kepadatan permukiman, keterbatasan fasilitas, rendahnya perilaku higiene, serta potensi banjir dan rob. Kabupaten Lamongan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan wilayah pesisir yang cukup luas, yang menunjukkan adanya tren peningkatan kasus diare pada periode 2021 (17,315) kasus menjadi (22,844) kasus pada tahun 2024, dengan Kecamatan Paciran dan Brondong sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, serta masih ditemukan berbagai permasalahan perilaku sanitasi masyarakat berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Namun, kajian EHRA yang secara khusus menggambarkan risiko sanitasi di wilayah pesisir Lamongan masih belum tersedia. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui risiko kesehatan lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Lamongan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program kesehatan lingkungan.

Description

Finalisasi Maya_16 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By