Gambaran Low Back Pain(LBP) pada Mahasiswa dengan kelebihan berat badan di Fakultas Keperawatan Universitas Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal utama dan tetap menjadi penyebab utama disabilitas di seluruh dunia. Meningkatnya prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di kalangan dewasa muda telah menjadi perhatian penting kesehatan masyarakat karena berat badan berlebih secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya NPB akibat beban biomekanis yang berlebihan dan proses peradangan kronis. Mahasiswa, khususnya mahasiswa keperawatan, sangat rentan terhadap kondisi ini karena aktivitas akademik menuntut posisi duduk dalam waktu lama, penggunaan komputer secara berulang, postur tubuh yang kurang ergonomis, dan aktivitas fisik yang terbatas. Faktor-faktor ini dapat mengganggu stabilitas tulang belakang dan selanjutnya memengaruhi fungsi fisik serta kinerja akademik mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Nyeri Punggung Bawah pada mahasiswa dengan kelebihan berat badan di Fakultas Keperawatan, Universitas Jember. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain *cross-sectional* dilakukan terhadap 30 mahasiswa keperawatan yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas, yang dipilih menggunakan teknik *consecutive sampling*. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner *Oswestry Disability Index* (ODI) untuk menilai disabilitas fungsional yang terkait dengan Nyeri Punggung Bawah. Statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, rerata, standar deviasi, median, dan rentang, digunakan untuk merangkum temuan penelitian. Hasil: Sebagian besar partisipan adalah perempuan (70,0%), berusia 20 tahun (40,0%), dan diklasifikasikan dalam kategori Obesitas Kelas I (56,7%). Penilaian menggunakan *Oswestry Disability Index* menunjukkan bahwa 53,3% partisipan mengalami disabilitas ringan, sedangkan 46,7% mengalami disabilitas sedang. Tidak ada partisipan yang menunjukkan disabilitas berat, status lumpuh, atau disabilitas total. Kesimpulan: Seluruh mahasiswa dengan kelebihan berat badan mengalami keterbatasan fungsional akibat Nyeri Punggung Bawah, terutama dalam kategori disabilitas ringan dan sedang. Berat badan berlebih dapat berkontribusi pada peningkatan beban mekanis pada tulang belakang lumbal, yang—bersama dengan perilaku akademik yang kurang aktif secara fisik (*sedentary*)—meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan muskuloskeletal. Strategi pencegahan dini yang menekankan pada manajemen berat badan, edukasi ergonomi, dan aktivitas fisik secara rutin sangat penting untuk meminimalkan perkembangan Nyeri Punggung Bawah di kalangan mahasiswa.
Description
Finalisasi Agustus 2026 Rudi H
