Pemanfaatan Membran Selulosa Asetat dari Ampas Tebu Sebagai Adsorben Untuk Menyisihkan Kromium Heksavalen
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kromium heksavalen Cr(VI) merupakan logam berat berbahaya yang bersifat toksik, mutagenik, dan karsinogenik, serta umum ditemukan dalam air limbah industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi membran selulosa asetat yang berasal dari ampas tebu, menganalisis pengaruh konsentrasi awal Cr(VI) dan waktu kontak terhadap konsentrasi akhir Cr(VI), serta mengukur efisiensi penyisihan Cr(VI). Membran dibuat menggunakan metode inversi fase dengan penambahan *Polyvinyl Alcohol* (PVA) dan *Polyethylene Glycol* (PEG) sebagai zat aditif. Analisis FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus fungsi utama selulosa asetat, yaitu O-H, C-H, C=O, dan C-O asetil, yang menunjukkan keberhasilan proses asetilasi dan pembuatan membran. Sudut kontak air sebesar 54,411° mengonfirmasi sifat hidrofilik membran. Proses adsorpsi dilakukan dalam mode *batch* dengan variasi konsentrasi awal Cr(VI) sebesar 1; 1,5; dan 2 mg/L serta variasi waktu kontak 0, 15, 45, 75, dan 105 menit. Efisiensi penyisihan Cr(VI) tertinggi sebesar 60,83% dicapai pada konsentrasi awal 1 mg/L dengan waktu kontak 45 menit. Analisis kinetika adsorpsi menunjukkan bahwa model *Pseudo-First-Order* (PFO) lebih dominan berdasarkan nilai RMSE yang lebih rendah, yang mengindikasikan mekanisme fisisorpsi. Analisis statistik menggunakan *Aligned Rank Transform ANOVA* (ART ANOVA) menunjukkan bahwa konsentrasi awal, waktu kontak, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi akhir Cr(VI).
Description
Finalisasi Agustus 2026 Rudi H
