Efek Infusa Kulit Bawang Merah dalam Mencegah Kerusakan Epitel Trakea dengan Parameter Silia dan Sel Goblet Tikus Wistar yang Terpapar Asap Rokok
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Tingginya prevalensi perokok aktif dan luasnya paparan perokok pasif masih menjadi masalah yang signifikan di Indonesia. Asap rokok mengandung radikal bebas yang memicu stres oksidatif, menybebkan kerusakan peitel trakea melalui hiperplasia sel goblet dan penurunan tinggi silia. Kerusakan epitel ini menyebabkan penurunan mekanisme pembersihan mukosiliar di saluran napas serta meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), termasuk bronkitis kronis. Kerusakan akibat stres oksidatif dapat dinetralisir menggunakan antioksidan. Bawang merah (Allium cepa L.) diketahui mengandung kuersetin, antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas, mencegah peroksidasi lipid, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan. Kulit bawang merah memiliki kandungan kuersetin jauh lebih tinggi dibanding umbinya, namun masih jarang dimanfaatkan. Infusa kulit bawang merah (IKBM) menjadi metode ekstraksi yang efektif karena sederhana dan mampu menghasilkan sediaan tinggi kuersetin.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan post-test-only control group design, dilakukan pada 24 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok normal (aquadest 10 mg/kgBB), kelompok asap rokok (aquadest 10 mg/kgBB dan paparan asap rokok), kelompok vitamin C sebagai kontrol positif (vitamin C 25 mg/kgBB dan paparan asap rokok), dan kelompok IKBM (IKBM 1000 mg/kgBB dan paparan asap rokok). Aquadest, vitamin C, dan IKBM diberikan secara oral menggunakan sonde dua jam sebelum paparan 2 batang rokok/hari selama 30 hari. Terminasi dilakukan pada hari ke-31 dengan injeksi ketamine-xylazine, dilanjutkan dengan pengambilan organ trakea, serta pembuatan preparat histopatologi dengan pewarnaan HE. Pengamatan perparat histopatologi dilakukan menggunakan mikroskop Leica DM500 dan
viii
Optilab Sigma dengan perbesaran 400x pada lima lapang pandang. Tinggi silia diukur menggunakan piranti lunak ImageJ dan jumlah sel goblet dihitung menggunakan piranti lunak Fiji dengan metode double-blind.
Data penghitungan rerata tinggi silia dan jumlah sel goblet dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan post hoc LSD. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok normal (K0) dengan kelompok asap rokok (K-) yang membuktikan paparan asap rokok meningkatkan jumlah sel goblet dan menurunkan panjang silia trakea (p=0.000). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok vitamin C (K+) dan kelompok perlakuan (IKBM) (p=0,892 untuk panjang silia dan p=0,743 untuk jumlah sel goblet) yang menunjukkan efek IKBM sebanding dengan vitamin C. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok normal dan kelompok IKBM (P), yang menunjukkan bahwa IKBM secara bermakna mencegah pemendekan silia serta peningkatan jumlah sel goblet (p=0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian IKBM menunjukkan pengaruh dalam mencegah kerusakan epitel trakea yang disebabkan oleh paparan asap rokok.
Description
Finalisasi Agustus 2026 Rudi H
