Persepsi Petani Terhadap Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Permukiman di Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman merupakan fenomena yang semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan lahan untuk pembangunan. Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu wilayah yang mengalami penurunan luas lahan sawah dan peningkatan lahan terbangun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas produksi pangan serta memengaruhi keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada petani responden. Analisis persepsi petani dilakukan menggunakan Likert's Summated Rating Scale (LSRS) yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan konatif. Sementara itu, faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan dianalisis menggunakan regresi logistik biner dengan variabel tingkat pendidikan, luas lahan, harga lahan, pendapatan, produktivitas lahan, persepsi petani, jarak lahan ke jalan utama, dan sumber pendapatan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman berada pada kategori tinggi, dengan rata-rata persentase sebesar 76%. Persepsi tertinggi terdapat pada aspek kognitif yang menunjukkan bahwa petani memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai penyebab, manfaat, serta dampak alih fungsi lahan. Namun demikian, petani masih menunjukkan kecenderungan untuk mempertahankan lahan pertanian yang dimiliki. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa harga lahan dan persepsi petani berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan. Harga lahan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,014, sedangkan persepsi petani memiliki nilai signifikansi sebesar 0,020. Sementara itu, variabel tingkat pendidikan, pendapatan, luas lahan, produktivitas lahan, jarak lahan ke jalan utama, dan sumber pendapatan utama tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan alih fungsi lahan di Kecamatan Buaran lebih didorong oleh pertimbangan ekonomi, terutama tingginya nilai jual lahan dan karakteristik kepemilikan lahan, dibandingkan faktor sosial maupun teknis pertanian.
Description
:: Finalisasi file repositori 14 Agustus 2026_Kurnadi
