Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal Kota Bontang Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Bab 3 untuk Peserta Didik Kelas V SDN 010 Bontang Selatan

Abstract

Eksistensi proses instruksional di dalam ruang kelas sangat ditentukan oleh ketersediaan instrumen pendukung, mulai dari buku teks, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media visual, hingga rancangan alur pembelajaran. Fenomena jamak yang ditemui di tingkat sekolah dasar adalah ketergantungan pada buku acuan resmi dari pemerintah. Berdasarkan investigasi awal melalui wawancara dengan guru kelas V di SDN 010 Bontang Selatan, terungkap bahwa variasi bahan ajar masih sangat terbatas pada materi standar tersebut. Lebih lanjut, meskipun LKPD telah diimplementasikan, konten yang disajikan masih bersifat generik atau tidak memiliki kaitan dengan konteks daerah sekitar. Oleh karena itu, urgensi pengembangan LKPD yang mengintegrasikan kearifan lokal Kota Bontang menjadi sangat mendesak. Fokus investigasi ini mencakup: (1) prosedur perancangan LKPD berbasis kearifan lokal Kota Bontang pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila Bab 3; dan (2) tingkat validitas, keefektifan, serta aspek kepraktisan produk yang dikembangkan bagi peserta didik kelas V. Metodologi yang diaplikasikan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model Borg and Gall yang telah diadaptasi sesuai dengan kebutuhan lapangan. Kerangka kerja penelitian mencakup: studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf awal, validasi ahli, revisi desain, uji coba operasional, perbaikan produk, dan pengujian efektivitas akhir. Kumpulan data dihimpun melalui serangkaian wawancara, observasi partisipatif, lembar validasi pakar, kuesioner respon peserta didik, tes capaian belajar, serta dokumentasi penunjang. Validasi instrumen dilakukan oleh panel yang terdiri dari lima pakar (media, bahasa, dan materi) dengan perolehan skor kelayakan mencapai 97%. Implementasi produk dilakukan di SDN 010 Bontang Selatan dengan membandingkan kelas VA sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebagai kelompok eksperimen. Melalui Levene Test, data menunjukkan homogenitas dengan signifikansi sebesar 0,496. Uji normalitas Shapiro Wilk mengindikasikan bahwa data pretest dan posttest pada kedua kelas tidak terdistribusi secara normal. Hasil keefektifan menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata hasil belajar (N-Gain) pada kelompok eksperimen berada di angka 0,63 (kategori sedang), sedikit lebih unggul dibandingkan kelompok kontrol yang mencapai 0,52. Sementara itu, uji Mann Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,096, yang berarti melampaui ambang batas 0,05. Di sisi lain, instrumen ini mendapatkan respons yang sangat antusias dari peserta didik dengan tingkat kepraktisan 97%, yang dimana peserta didik menilai materi tersebut lebih menarik, relevan, dan memfasilitasi partisipasi aktif selama pembelajaran. Merujuk pada paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis kearifan lokal Kota Bontang untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila Bab 3 kelas V SD telah memenuhi standar validitas, efektivitas, dan kepraktisan. Rekomendasi yang diajukan adalah agar instrumen ini diintegrasikan sebagai komponen penunjang dalam memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Bagi guru, materi ajar ini layak dijadikan alternatif yang kontekstual. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengkaji validitas, keefektifan, dan kepraktisan, yang tidak hanya berfokus pada hasil kognitif, melainkan juga meninjau perkembangan aspek afektif serta keterampilan psikomotorik peserta didik

Description

Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By