Pengaruh Pemberian Emulgel Ekstrak Etanol Kulit Buah Kakao Terhadap Ketebalan Plantar dan Epidermis Mencit Terinduksi Formalin

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Farmasi

Abstract

Inflamasi merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap paparan zat berbahaya seperti patogen atau trauma, yang dimanifestasikan melalui gejala klasik berupa kemerahan, pembengkakan, rasa panas, nyeri, dan gangguan fungsi. Walaupun berfungsi untuk menetralisir agen penyebab kerusakan dan memulai proses perbaikan jaringan, inflamasi yang tidak terkontrol dapat berlanjut menjadi kondisi kronis. Penggunaan obat antiinflamasi Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) berkepanjangan sebagai terapi utama memiliki keterbatasan karena efek samping yang merugikan. Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan terapi alternatif yang lebih aman, salah satunya berasal dari bahan alam seperti kulit buah kakao (Theobroma cacao L.). Kandungan senyawa aktif dalam kulit kakao, antara lain flavonoid, tanin, dan alkaloid, menunjukkan aktivitas biologis yang potensial sebagai antiinflamasi. Dalam pengembangan sediaan farmasi untuk aplikasi topikal pada peradangan kulit, formulasi emulgel menawarkan keunggulan sebagai sistem penghantaran obat yang efektif untuk senyawa hidrofobik dengan karakteristik penggunaan yang praktis, nyaman, dan memiliki kompatibilitas tinggi dengan bahan pembantu. Penelitian ini dilakukan untuk menguji khasiat sediaan emulgel ekstrak etanol kulit kakao sebagai antiinflamasi melalui pengukuran perubahan ketebalan plantar dan epidermis kulit pada mencit yang mengalami inflamasi akibat induksi formalin. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan desain pretest and posttest with control group design. Sebanyak 24 ekor mencit BALB/c jantan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan: sham, negatif, positif, serta tiga kelompok emulgel dengan konsentrasi berbeda (1%, 2%, dan 3%). Inflamasi diinduksi dengan menyuntikkan 20 μl formalin 2,5% secara subplantar pada kaki belakang kiri mencit, kecuali kelompok sham yang diberikan normal saline 0,9%. Pengukuran baseline (hari ke-0) ketebalan plantar menggunakan jangka sorong

Description

Validasi dan Finalisasi Ratna 12 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By