Perencanaan Desain dan Estimasi Biaya Timbunan PAF dan NAF untuk Mencegah Air Asam Tambang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Kegiatan pertambangan pada umumnya memiliki berbagai macam
permasalahan yang harus ditangani agar kegiatan pertambangan bisa dilakukan
dengan lancar. Salah satu permasalahan terbesar yang harus ditangani dalam
kegiatan pertambangan yaitu Air Asam Tambang (AAT). AAT terbentuk karena
terjadinya oksidasi mineral sulfida yang terkandung dalam batuan oleh udara pada
tempat yang berair. AAT biasanya ditemukan pada lubang bekas penambangan
yang tidak di kelola dengan baik. Selain itu AAT juga dapat ditemukan pada area
penimbunan yang tidak sesuai dengan standar penimbunan, hal ini terjadi karena
adanya potensi Udara dan air yang masuk ke dalam. Dari permasalahan tersebut
maka diperlukan perencanaan pencegahan AAT sejak dini dengan cara membuat
desain area penimbunan lapisan penutup yang sesuai dengan standar sehingga dapat
mencegah terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar area pertambangan.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pengambilan beberapa data
berupa data pengujian NAG, lubang bor, peta topografi, dan peta geologi regional
pada daerah penelitian. Setelah itu dilakukan analisis data menggunakan metode
Net Acid Generation (NAG) dimana metode ini dilakukan dengan cara
menambahkan Hidrogen Peroksida pada sampel batuan, hal ini dilakukan guna
mengetahui pH dari sampel sehingga didapatkan hasil berupa nama sampel, nama
lubang bor, kedalaman lubang bor, dan lokasi sampel. Setelah dilakukan pengujian
NAG maka dapat diketahui kategori sampel masuk dalam kategori batuan
Potentially Acid Forming (PAF) atau Non Acid Forming (NAF), sehingga dapat
dilakukan penataan desain area penimbunan yang tepat. Perancangan desain area
penimbunan dengan cara menimbun material PAF menggunakan material NAF
yang tepat sangat efektif untuk mencegah terbentuknya AAT.
Total lubang yang ada pada pit penambangan sebanyak 64 lubang bor
namun pengujian NAG dilakukan hanya pada 7 lubang bor yang dapat mewakili
karakteristik pada pit penambangan. Lubang bor 9614R memiliki 159 sampel
dengn rata rata pH 4,7. Lubang bor 9610R memiliki 133 sampel dengan rata rata
pH 3,6. Lubang bor 9538R memiliki 87 sampel dengan rata rata pH 3,9. Lubang
bor 9506F memiliki 192 sampel dengan rata rata pH 4,7. Lubang bor 9063R
memiliki 607 sampel dengan rata rata pH 4,7. Lubang bor 9032R memiliki 97
sampel dengan rata rata pH 5,3, dan yang terakhir lubang bor 9004R memiliki 66
sampel dengan rata rata pH 4,3.
Desain area penimbunan yang telah di buat menggunakan software Minex
hanya ada satu namun memiliki kapasitas yang sangat besar dengan daya tampung
sebesar 87.170.584 m3, sementara jumlah material overburden dari pit yang akan
dipindahkan sebesar 82.832.632 m3. Desain area penimbunan terdiri dari 3 lereng
yang berada pada elevasi 50 m, 60 m, dan 70 m. Desain tipe 1 memiliki nilai faktor
keamanan sebesar 3,265, sementara tipe 2 memiliki nilai faktor keamanan sebesar
2,812, dan yang terakhir tipe 3 memiliki nilai 3,445. Nilai dari ketiga tipe tersebut
sudah memenuhi aturan Menteri ESDM dengan nilai faktor keamanan minimal 1,3.
Nilai desain penimbunan bersifat jenuh dengan muka air tanah yang tinggi namun
desain ini tetap aman untuk diterapkan karena tidak berpotensi menimbulkan air
asam tambang dan kelongsoran lereng. Desain yang sudah dibuat kemudian dapat
digunakan untuk menentukan perencanaan biaya yang diperlukan untuk kebutuhan
alat berat serta upah operator untuk melakukan penimbunan hingga selesai
Dari analisis yang sudah dilakukan tipe penimbunan yang paling efektif
digunakan yaitu tipe 3, karena tipe ini memiliki pengeluaran paling sedikit dengan
biaya sebesar Rp22.180.531.000. Sementara untuk tipe 1 dan tipe 2 mengeluarkan
biaya yang lebih mahal yaitu sebesar Rp29.348.302.000. Hal yang membuat Tipe
3 bisa menjadi lebih hemat dalam biaya karena pada tipe tidak menggunakan
penambahan roller untuk memadatkan material pada tahap penimbunan, sedangkan
tipe 1 dan tipe 2 memerlukan roller untuk memadatkan material pada tahap
penimbunan.
Description
Reupload file repositori 23 januari 2026_Kurnadi
