Perancangan Strategi Pengembangan Semir Sepatu Alami Berbahan Dasar Kulit Pisang Menggunakan Metode SWOT dan BMC

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah penghasil pisang terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 172.419,1 ton pada tahun 2023 (BPS, 2023). Kulit pisang diketahui menyumbang sekitar 35–40% (Khamsaw et al., 2024), dari total berat buah sehingga produksi tersebut diperkirakan menghasilkan limbah kulit pisang sebesar 57.473 ton per tahun (Hikal et al., 2022). Penumpukan limbah organik yang tidak dikelola secara optimal berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan hilangnya nilai tambah ekonomi. Pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai produk bernilai tambah dapat mengurangi permasalahan lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian (Sari et al., 2022). Salah satu jenis pisang yang berpotensi untuk dikembangkan adalah pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang banyak dibudidayakan di Indonesia khususnya di Pulau Jawa (Marsiah et al., 2024). Kulit pisang kepok mengandung tanin, polifenol, dan minyak alami yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengkilap sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar semir sepatu alami yang ramah lingkungan sebagai alternatif produk berbahan kimia sintetis (Putri et al., 2022).

Description

Finalisasi Maya_11 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By