Kinerja Adsorpsi dan Fotokatalisis Nanokomposit CuO/TiO2-Nanotube (CuO/TNT) Terhadap Naphthol Blue Black yang disintesis dengan Variasi Rasio Massa CuO
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Abstract
Naphthol blue black (NBB) adalah salah satu zat pewarna azo sintetis anionik
yang bersifat stabil sehingga sulit terdegradasi secara alami. Metode yang efektif
untuk mendegradasi senyawa NBB adalah metode AOP menggunakan agen
pengoksidasi kuat seperti fotokatalisis TiO2/UV. TiO2 merupakan material
fotokatalitik semikonduktor tipe-n dengan band gap besar (3,2 eV), sehingga TiO2
hanya dapat menyerap cahaya UV dan membatasi penyerapan pada cahaya tampak.
Strategi untuk meningkatkan kinerja fotokatalisis TiO2 adalah dengan
menambahkan semikonduktor lain dengan band gap rendah seperti CuO (1,2-1,5
eV). Strategi lainnya adalah dengan mengubah morfologinya menjadi TiO2-
nanotube (TNT). Penambahan CuO dapat menggeser penyerapan cahaya ke cahaya
tampak dan membentuk heterojunction tipe II sehingga tidak mudah terjadi
rekombinasi elektron-hole. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh
variasi rasio massa CuO terhadap kinerja adsorpsi dan fotokatalisis nanokomposit
CuO/TNT. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi
dan pH larutan NBB terhadap kinerja fotokatalis nanokomposit CuO/TNT.
Penelitian ini melakukan sintesis nanokomposit CuO/TNT menggunakan
metode hidrotermal dua tahap. TNT disintesis dengan mereaksikan prekursor TiO2
dengan NaOH, kemudian dihidrotermal suhu 130oC selama 24 jam dan disertai
pengadukan 20 menit/jam. Padatan hasil sintesis dicuci menggunakan HCl dan
akuades, kemudian dioven suhu 80oC selama 12 jam dan dikalsinasi suhu 400oC
selama 2 jam. Sintesis nanokomposit CuO/TNT dilakukan dengan melarutkan
prekursor CuCl2.2H2O dan ditambahkan NaOH. TNT ditambahkan ke dalam
suspensi Cu(OH2) dan dihidrotermal suhu 110oC selama 2 jam sehingga diperoleh
variasi rasio massa CuO:TNT yaitu: 0:1; 0,05:1; 0,15:1; 0,25:1; 0,5:1; 1:1 dan 1:0.
Padatan CuO/TNT dicuci menggunakan akuades dan etanol, kemudian dioven suhu
65oC selama 24 jam. Nanokomposit CuO/TNT hasil sintesis diuji kinerja adsorpsi
dan fotokatalisisnya terhadap NBB. Nanokomposit CuO/TNT juga diuji kinerja
fotokatalisisnya dengan memvariasikan konsentrasi dan pH larutan NBB.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan massa CuO dapat meningkatkan
kemampuan adsorpsi nanokomposit CuO/TNT. CuO/TNT 1:0 menunjukkan
kemampuan adsorpsi tertinggi dengan nilai %adsorpsi 99,68% pada menit ke-20.
Penambahan CuO dapat dapat menurunkan luas permukaan spesifik CuO/TNT,
sehingga kinerja fotokatalisisnya tidak optimal. Nilai %R pada penelitian ini
dihitung menggunakan nilai C0 dan C1, dimana nilai C1 hanya menunjukkan
persen penghilangan molekul NBB dari larutan akibat fotokatalisis. Nanokomposit
CuO/TNT 1:1 adalah variasi optimum dengan nilai %R sebesar 86,65% (C0) dan
38,91% (C1) pada lama penyinaran 180 menit. Hasil penentuan kinetika pseudoorde satu menunjukkan CuO/TNT 1:1 memiliki laju fotokatalisis yang cepat dengan
nilai K_app 0,0032 menit -1. Penambahan CuO dapat menggeser panjang gelombang
maksimum NBB dan muncul puncak baru pada panjang gelombang sekitar 580 dan
520 nm. Keberadaan puncak baru diduga karena terbentuknya senyawa kompleks
dan reaksi reduksi oksidasi yang diakibatkan adanya ion Cu2+. Spektrum FTIR
menunjukkan pada CuO/TNT 0,15:1 hingga 1:0 terdapat pita serapan khas NBB.
Pita serapan tersebut mengidentifikasi keberadaan C-H aromatik, regangan
asimetris dan simetris S=O, regangan azo (-N=N-) dan regangan aromatik C=C.
Hasil penelitian menunjukkan larutan NBB 25 ppm merupakan variasi optimum
dengan %R sebesar 90,29% (C1) dan 98,57% (C0). Larutan NBB pH 3 merupakan
variasi pH optimum dengan nilai %R yang diperoleh sebesar 90.18% (C1) dan
96,32% (C0).
Peningkatan massa CuO dapat meningkatkan kemampuan adsorpsi
nanokomposit CuO/TNT, tetapi tidak meningkatkan kinerja fotokatalisisnya.
Penambahan CuO juga menyebabkan terjadinya pergeseran panjang gelombang
maksimum NBB. Peningkatan konsentrasi larutan NBB dapat menurunkan kinerja
fotokatalisis CuO/TNT dan pH larutan NBB dapat mempengaruhi muatan di
permukaan nanokomposit CuO/TNT
Description
Finalisasi Repository/HASYIM Agustus 2026
