Karakteristik Fisik Organoleptik dan Mikroskopis Surimi Ikan Juwi (Anodontostoma chacunda) dengan Penambahan Sorbitol dan Natrium Tripoliphospat (STPP) pada Berbagai Konsentrasi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Ikan juwi (Anodontostoma chacunda) merupakan ikan pelagis kecil yang
melimpah di perairan Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas dan
umumnya hanya dijual dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya rendah.
Salah satu upaya peningkatan nilai tambah ikan juwi adalah dengan mengolahnya
menjadi surimi, yaitu konsentrat protein miofibril yang dapat dijadikan bahan dasar
berbagai produk olahan seperti bakso, sosis, dan nugget ikan. Permasalahan utama
dalam produksi surimi adalah penurunan kualitas gel akibat denaturasi protein
miofibril selama penyimpanan beku, sehingga diperlukan penambahan
krioprotektan. Penelitian ini menggunakan sorbitol dan natrium tripolifosfat
(STPP) sebagai krioprotektan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik fisik,
organoleptik, dan mikroskopis surimi ikan juwi, serta menentukan konsentrasi yang
paling efektif dalam mempertahankan mutu surimi.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dua faktor, yaitu konsentrasi natrium tripolifosfat (STPP) (0,3%; 0,5%;
0,7%) dan konsentrasi sorbitol (6%; 8%; 9%) dengan tiga kali ulangan sehingga
diperoleh 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi analisis proksimat
(kadar air, abu, protein, lemak, serat, dan karbohidrat), karakteristik fisik pasta
mentah (tekstur/konsistensi dan warna L*, a*, b*), uji organoleptik metode hedonik
dengan menggunakan skala 1 hingga 9 terhadap warna, aroma, dan tekstur oleh 30
panelis semi-terlatih mengacu pada SNI 2346-2011, karakteristik mikrostruktur
menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), serta profil asam amino
menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Data proksimat
dianalisis secara deskriptif , data fisik dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan
dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan
nyata, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil penelitian ini menunjukkan kadar air surimi ikan juwi berkisar antara
76,63& hingga 82,75%, kadar protein 11,81% hingga 14,80%, kadar lemak 5,14%
hingga 5,88%, kadar abu 0,35% hingga 1,07%, kadar karbohidrat 3,91% hingga
7,34%, dan kadar serat 0,48% hingga 0,95%. Karakteristik fisik pasta mentah
menunjukkan nilai tekstur berkisar 0,30 g hingga 0,36 g dengan nilai warna L*
39,73-41,88, a* 4,47-5,00, b* 9,03-9,63, di mana variasi konsentrasi sorbitol dan
sodium tripolifosfat (STPP) tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (p>0,05)
terhadap tekstur maupun warna pasta mentah karena efek krioprotektan baru
optimal setelah surimi mengalami pemanasan. Hasil uji organoleptik terhadap
surimi matang (dikukus) menunjukkan nilai kesukaan warna berkisar antara 4,9-
5,6, aroma 5,0-5,7, dan tekstur 4,8-5,6 pada skala hedonik 1-9 dengan hasil uji ChiSquare yang juga menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (p>0,05) antar perlakuan
pada ketiga parameter tersebut, meskipun parameter tekstur menunjukkan
kecenderungan peningkatan kesukaan seiring bertambahnya konsentrasi natrium
tripolifosfat (STPP).
Hasil pengamatan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan
bahwa perlakuan dengan konsentrasi natrium tripolifosfat dan sorbitol tertinggi
(A3BI; 0,7%+6%) memiliki struktur mikro yang lebih homogen dan kompak
dengan rongga antar matriks lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan dengan
konsentrasi terendah (A2B1; 0,5%+6%). High Performance Liquid
Chromatography (HPLC) mengidentifikasi tujuh belas asam amino, dengan kadar
asam amino esensial meningkat dari 6,30% (A2B1; 0,5%+6%) menjadi 6,81%
(A3BI; 0,7%+6%), dan asam amino non-esensial meningkat dari 5,04% menjadi
5,71%. Berdasarkan uji efektivitas menggunakan metode De Garmo, kombinasi
natrium tripolifosfat (STPP) 0,7% dan sorbitol 6% (A3B1) ditetapkan sebagai
perlakuan terbaik karena menghasilkan tekstur, kadar protein, struktur mikro, dan
kandungan asam amino tertinggi, sehingga dinilai paling efektif dalam
mempertahankan mutu surimi ikan juwi selama penyimpanan beku.
Description
Validasi file repositori 10 Agustus 2026_Firli
