Dinamika Populasi Mikrob pada Fermentasi Biji Kopi Robusta Menggunakan Pseudomonas Pleclossicida KAFS 34

Abstract

Peningkatan kualitas biji kopi robusta (kualitas organoleptik, kualitas fisik, dan komponen kimiawi) dapat dilakukan melalui proses fermentasi dengan penambahan kultur starter. Berdasarkan penelitian sebelumnya, fermentasi menggunakan starter bakteri Pseudomonas plecoglossicida KAFS 34 terbukti mampu menurunkan kadar kafein dan meningkatkan kualitas biji kopi robusta. Keberhasilan proses fermentasi ini ditentukan oleh kemampuan pertumbuhan P. plecoglossicida. Fermentasi dengan penambahan starter mikrob tertentu mampu mendukung dominasi mikrob tersebut dan menekan mikrob yang tidak diinginkan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika populasi bakteri pendegradasi kafein dan total mikrob, serta keanekaragaman mikrob selama fermentasi biji kopi robusta. Metode penelitian ini meliputi: 1. Persiapan fermentasi biji kopi robusta diawali dengan perendaman biji kopi menggunakan akuades selama 24 jam. Selanjutnya menyiapkan kultur starter bakteri Pseudomonas plecoglossicida KAFS 34 pada media kafein cair; 2. Fermentasi dilakukan dengan dua variasi perlakuan berdasarkan jumlah starter kultur P. plecoglossicida KAFS 34 (1×107 CFU/mL) yaitu, perlakuan 1 (10 mL kultur starter + 190 mL M9) dan perlakuan 2 (20 mL kultur starter + 180 mL M9). Fermentasi masing-masing perlakuan dilakukan tiga kali ulangan; 3. Fermentasi dilakukan pada wadah tertutup yang diberi lubang angin dengan waktu 24 jam suhu 30℃; 4. Populasi mikrob dihitung pada 0, 12, dan 24 jam fermentasi. Populasi bakteri pendegradasi kafein, total bakteri, dan fungi dihitung mengunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan berturut-turut menggunakan media 0,25% kafein + M9 + 0,1 % yeast extract, media Plate Count Agar (PCA), dan media Potato Dextrose Agar (PDA). Selanjutnya dilakukan analisis dinamika populasi dan koloni mikroba yang tumbuh dengan morfologi berbeda untuk mengetahui keanekaragaman mikrob pada fermentasi biji kopi robusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi mikroba selama fermentasi biji kopi robusta dengan penambahan starter P. plecoglossicida KAFS 34 relatif stabil karena seluruh perlakuan masih berada kisaran 108 CFU/mL. Populasi bakteri pendegradasi kafein pada perlakuan 1 (3,02×108 sampai 9,38×108 CFU/mL) dan perlakuan 2 (5,13 × 108 sampai 1,34×109). Dinamika populasi total bakteri pada fermentasi cenderung sama dengan populasi bakteri penedegrdasi kafein. Populasi total bakteri pada perlakuan 1 (4 ×108 hingga 1,19 × 109 CFU/mL) dan perlakuan 2 (1,38×108 hingga 8,30×108 CFU/mL). Dinamika populasi total fungi pada fermentasi menunjukkan peningkatan pada perlakuan 1 (1,37×106 hingga 1,97×107 CFU/mL) dan perlakuan 2 (2,68×106 hingga 1,31×107 CFU/mL). Studi ini menyimpulkan bahwa penambahan starter dapat menjaga dinamika populasi bakteri pendegradasi kafein dengan perlakuan 1 menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan perlakuan 2 hingga akhir fermentasi. Selain itu, fermentasi dengan penambahan starter tidak mengeliminasi mikrob alami sehingga terdapat 11 koloni bakteri dan sembilan koloni fungi dengan morofologi yang beragam serta berbeda dengan P. plecoglossicida KAFS 34.

Description

FInalisasi 11 Agustus 2026_Yudi

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By