Kinerja Rantai Pasok Jagung Pipil Kering di UD Ongganiti Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo

Abstract

Jagung merupakan komoditas kedua setelah padi yang banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai sumber karbohidrat dan bahan baku pakan ternak. Penyerapan jagung tertinggi di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak dengan persentase sebesar 47%. Sebelum digunakan sebagai bahan baku pakan, jagung harus dipisahkan dari bonggolnya dan dikeringkan hingga menjadi jagung pipil kering. UD Ongganiti merupakan usaha jasa penggilingan jagung gelondongan menjadi jagung pipil kering sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlokasi di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Sejak berdiri, UD Ongganiti telah membangun ekosistem rantai pasok dengan rata-rata penjualan jagung pipil kering kepada pabrik pakan ternak. Pengadaan bahan baku dilakukan melalui kemitraan informal dengan petani berdasarkan asas kepercayaan serta kerja sama dengan pedagang pengumpul melalui sistem ijon. Namun, penerapan sistem tersebut menimbulkan beberapa permasalahan, seperti petani tidak memasok hasil panen sesuai kesepakatan, menjual hasil panen kepada pedagang pengumpul lain, serta terjadinya perbedaan penafsiran terhadap sistem ijon. Selain itu, proses produksi jagung pipil kering masih bergantung pada sinar matahari sehingga perubahan iklim dapat menghambat proses produksi. Permasalahan tersebut berpotensi mempengaruhi aliran produk, informasi, dan finansial dalam rantai pasok. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengukuran kinerja rantai pasok sebagai dasar evaluasi dan perbaikan rantai pasok jagung pipil kering di UD Ongganiti. Metode penelitian menggunakan deskriptif untuk menggambarkan rantai pasok jagung pipil kering di UD Ongganiti dan analitik untuk mengukur kinerja rantai pasok. Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive method yaitu di UD Ongganiti yang berlokasi di Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui proses wawancara mendalam. Data primer tersebut dianalisis menggunakan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan dibantu alat analisis software Expert Choice Version 11 dan excel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 6 pelaku rantai pasok yaitu petani (petani mitra informal, petani non mitra, dan petani non mitra berbasis sistem ijon), pedagang pengumpul, UD Ongganiti, distributor jagung pipil kering khusus pabrik pakan, pabrik pakan ternak, dan peternak. Terdapat tiga aliran rantai pasok, yaitu aliran produk yang bergerak dari hulu ke hilir, dimana entitas hulu memasok jagung gelondongan kepada UD Ongganiti, kemudian UD Ongganiti memasok jagung pipil kering kepada entitas hilir. Aliran informasi bergerak dua arah antar entitas meliputi mekanisme dan persyaratan kemitraan informal, harga jagung pipil kering, serta sistem pembayaran. Adapun aliran finansial bergerak dari hilir ke hulu dengan mekanisme pembayaran yang berbeda antar pelaku. Pabrik pakan menerapkan sistem down payment sehari setelah pengiriman dan pelunasan maksimal 15 hari kemudian, sedangkan distributor khusus dan peternak melakukan pembayaran secara tunai atau transfer saat nota diterima. Sementara itu, UD Ongganiti membayar petani secara tunai setelah panen, kecuali kepada pedagang pengumpul yang dibayarkan pada akhir periode produksi. Kisaran harga jagung rata-rata yaitu Rp5.900–6.000/kg di tingkat petani, Rp6.900/kg di UD Ongganiti, dan Rp6.500/kg di tingkat peternak. Nilai total kinerja rantai pasok jagung pipil kering UD Ongganiti sebesar 71 yang termasuk kategori Good Performance. Sebanyak 7 Key Performance Indicator (KPI) berada pada kategori baik, 5 KPI pada kategori buruk, dan 4 KPI pada kategori sedang. Berdasarkan proses inti Supply Chain Operations Reference (SCOR), proses plan dan source memiliki kinerja sangat baik karena didukung sistem perencanaan yang terintegrasi, proses make memiliki kinerja baik karena adanya peningkatan faktor produksi yang telah terimplementasi, sedangkan proses deliver dan return memiliki kinerja buruk.

Description

Finalisasi Maya_09 Agustus 2026

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By