Keanekaragaman Nematoda sebagai Bioindikator Kualitas Tanah pada Lahan Pertanian Tebu (Saccharum officinarum) di Desa Semboro Kabupaten Jember dan Pemanfaatannya sebagai Booklet
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Tebu (Saccharum officinarum) merupakan tanaman musiman yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian Indonesia, terutama sebagai bahan utama dalam industri gula (Anggraini & Hartatie, 2023). Tanaman tebu tumbuh paling baik di iklim hangat dengan banyak terpapar sinar matahari (Etafiana et al., 2024). Berdasarkan data BPS (2024) bahwasannya pada tahun 2020 hingga 2023 mengalami penurunan dengan presentase 5,61%, hal ini produksi gula tebu di Indonesia menunjukan pola yang tidak konsisten atau mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya produktivitas tebu adalah kondisi tanah yang kurang subur dan tingkat kualitas tanah yang kurang memadai untuk mendukung pertumbuhan tanaman tebu secara optimal (Mauliandari et al., 2021). Tanah yang dikatakan subur, apabila tanah tersebut mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman melimpah yang dapat diukur dengan kapasitas penyerapan, tingkat pH tanah, dan kandungan bahan organik. Sebaliknya, jika tanah kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, maka tanah tersebut tidak dapat dianggap subur (Apriatin dan Kamelia, 2021). Kualitas tanah mengacu pada kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan mempertahankan keseimbangan lingkungan, sehingga lahan dapat berfungsi secara optimal (Dhonanto & Fahrunsyah, 2024). Penilaian terhadap tingkat kualitas tanah perlu mempertimbangkan sifat kimia, fisika dan biologis tanah. Sifat tersebut harus berada dalam keseimbangan yang tepat agar tanah dapat diklasifikasikan sebagai lahan yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal (Dewanti et al., 2021). Sifat kimia tanah mencakup tingkat keasaman (pH), kandungan unsur hara, dan bahan organik. Sifat fisika tanah mencakup struktur tanah, tekstur tanah, dan kemampuan tanah dalam menahan air. Sifat biologi tanah ditunjukkan dengan keberadaan berbagai organisme di dalam tanah seperti nematoda (Aprilia & Sakur, 2022).
Description
Finalisasi Maya_09 Agustus 2026
