Studi Etnofarmakologi Penggunaan Tanaman Obat pada Masyarakat Pandalungan di Jember
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Farmasi
Abstract
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati dan budaya yang tinggi, termasuk dalam praktik pengobatan tradisional. Salah satu masyarakat yang masih mempertahankan tradisi tersebut adalah masyarakat Pandalungan di Kabupaten Jember, yaitu masyarakat hasil akulturasi budaya Jawa dan Madura yang memiliki pengetahuan lokal khas terkait pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini dilakukan karena studi sebelumnya di Jember masih didominasi inventarisasi tanaman obat secara kualitatif, sehingga diperlukan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data yang lebih objektif mengenai tingkat pemanfaatan dan kesepakatan penggunaan tanaman obat di masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengkaji penggunaan tanaman obat pada masyarakat Pandalungan menggunakan analisis etnofarmakologi berupa Use Value (UV), Informant Consensus Factor (ICF), dan Fidelity Level (FL). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling terhadap 14 informan. Informan didominasi perempuan berusia 36-45 tahun dengan pekerjaan sebagai penjual jamu dan ibu rumah tangga serta tingkat pendidikan SMA. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 ramuan tradisional yang memanfaatkan 50 jenis tanaman obat dari 23 famili, dengan famili Zingiberaceae sebagai famili yang paling dominan digunakan. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dan rimpang, sedangkan metode pengolahan yang paling umum dilakukan adalah perebusan (dekokta).
Description
Finalisasi Maya_09 Agustus 2026
